Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (4)
Muhammad bin Wasi'
الْقُرْآنُ بُسْتَانُ الْعَارِفِينَ فَأَيْنَمَا حَلُّوا مِنْهُ حَلُّوا فِي نُزْهَةٍ
53. Al Qur'an adalah tamannya orang-orang yang berpengetahuan, maka dimana pun mereka berhias darinya, maka mereka berhias di dalam tamasya.
Malik bin Dinar
إِنَّ الصِّدِّيقِينَ إِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ طَرَبَتْ قُلُوبُهُمْ إِلَى الْآخِرَةِ
54. Sesungguhnya orang-orang yang sangat membenarkan, apabila dibacakan Al Qur'an kepada mereka, hati mereka suka cita kepada akhirat.
يَا حَمَلَةَ الْقُرْآنِ مَاذَا زَرْعَ الْقُرْآنُ فِي قُلُوبِكُمْ؟ فَإِنَّ الْقُرْآنَ رَبِيعُ الْمُؤْمِنِ كَمَا أَنَّ الْغَيْثَ رَبِيعُ الْأَرْضِ فَإِنَّ اللهَ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ فَيُصِيبُ الْحُشَّ فَتَكُونُ فِيهِ الْحَبَّةُ فَلَا يَمْنَعُهَا نَتْنٌ مَوْضِعَهَا أَنْ تَهْتَزَّ وَتَخْضَرَّ وَتُحَسَّنَ، فَيَا حَمَلَةَ الْقُرْآنِ مَاذَا زَرْعَ الْقُرْآنُ فِي قُلُوبِكُمْ؟ أَيْنَ أَصْحَابُ سُورَةٍ؟ أَيْنَ أَصْحَابُ سُورَتَيْنِ؟ مَاذَا عَمِلْتُمْ فِيهِمَا؟
55. Wahai para penghafal Al Qur'an, apa yang ditanamkan Al Qur'an di dalam hati kalian? Karena sesungguhnya Al Qur'an itu adalah penumbuhnya orang beriman, sebagaimana halnya hujan sebagai penumbuh bumi, karena Allah menumbuhkan hujan dari langit ke bumi, lalu mengenai rerumputan, lalu terjadilah biji di dalamnya, sehingga tidak ada kebusukan yang mencegahnya di tempatnya untuk bersemi, menghijau dan membagus. Karena itu, wahai para penghafal Al Qur'an, apa yang telah ditanamkan Al Qur'an di dalam hati kalian? Dimana para pemilik satu surah? Dimana para pemilik dua surah? Apa yang telah kalian amalkan di dalamnya?
إِنَّ مِنَ النَّاسِ نَاسًا إِذَا لَقُوا الْقُرَّاءَ ضَرَبُوا مَعَهُمْ بِسَهْمٍ وَإِذَا لَقُوا الْجَبَابِرَةَ وَأَبْنَاءَ الدُّنْيَا أَخَذُوا مَعَهُمْ بِسَهْمٍ فَكُونُوا مِنْ قُرَّاءِ الرَّحْمَنِ بَارَكَ اللهُ فِيكُمْ
56. Sesungguhnya di antara manusia ada orang-orang yang apabila berjumpa dengan para pembaca Al Qur'an mereka memukul dengan bagian yang mereka bawa, namun bila berjumpa dengan orang-orang lalim dan para pemelihara dunia, mereka mengambil peran bersama mereka. Maka jadilah kalian termasuk di antara para qurra' Ar-Rahman, semoga Allah memberkahi kalian.
مَالِكَ بْنَ دِينَارٍ، قَرَأَ: {لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ} [الحشر: 21] ثُمَّ قَالَ: «أُقْسِمُ لَكُمْ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ بِهَذَا الْقُرْآنِ إِلَّا صُدِعَ قَلْبُهُ
تَجُوزُ شَهَادَةُ الْقُرَّاءِ فِي كُلِّ شَيْءٍ إِلَّا شَهَادَةَ بَعْضِهِمْ عَلَى بَعْضٍ فَإِنَّهُمْ أَشَدُّ تَحَاسُدًا مِنَ التُّيُوسِ فِي الزُّرَبِ
58. Kesaksian para qura' dibolehkan dalam segala hal kecuali kesaksian sebagian mereka atas sebagian lainnya, karena mereka lebih dengki daripada kambing-kambing jantan di kandang.
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَلْعَبُ بِالْقُرَّاءِ كَمَا يَلْعَبُ الصِّبْيَانُ بِالْجَوْزِ
59. Sesungguhnya syetan mempermainkan para pembaca Al Qur'an sebagaimana anak-anak memainkan kelapa.
أَنا لِلْقَارِئِ الْفَاخِرِ أَخْوَفُ مِنِّي لِلْفَاجِرِ الْمُبْرِزِ بِفُجُورِهِ إِنَّ هَذِهِ أَبْعَدُهُمَا غَوْرًا
60. Aku lebih dikhawatirkan oleh pembaca Al Qur'an yang membanggakan diri daripada orang lalim yang menampakkan kelalimannya. Sesungguhnya yang demikian adalah yang lebih jauh kemuramannya
مَنْ تَبَاعَدَ مِنْ زُهْرَةِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَذَلِكَ الْغَالِبُ لِهَوَاهُ وَمَنْ فَرِحَ بِمَدْحِ الْبَاطِلِ فَقَدْ أَمْكَنَ الشَّيْطَانَ مِنْ دُخُولِ قَلْبِهِ يَا قَارِئُ أَنْتَ قَارِئٌ يَنْبَغِي لِلْقَارِئِ أَنْ يَكُونَ عَلَيْهِ دَارِعَةُ صُوفٍ وَعَصَا رَاعٍ يَفِرُّ مِنَ اللهِ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَيَحُوشُ الْعِبَادَ عَلَى اللهِ تَعَالَى
61. Barangsiapa menjauhi kemewahan dunia, maka dialah yang mengalahkan hawa nafsunya, dan barangsiapa bahagia dengan pujian orang bathil, maka syetan telah mampu untuk memasuki hatinya. Wahai pembaca Al Qur'an, engkau pembaca Al Qur'an, adalah selayaknya seorang pembaca Al Qur'an untuk mengenakan pakaian wol, membawa tongkat penggembala, melarikan dari (adzab) Allah kepada (rahmat) Allah dan menggiring para hamba kepada Allah Ta'ala.
Ayyub As Sakhtiyani
الزُّهْدُ فِي الدُّنْيَا ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ أَحَبُّهَا إِلَى اللهِ وَأَعْلَاهَا عِنْدَ اللهِ وَأَعْظَمُهَا ثَوَابًا عِنْدَ اللهِ تَعَالَى الزُّهْدُ فِي عِبَادَةِ مَنْ عُبِدَ دُونَ اللهِ مِنْ كُلِّ مَلَكٍ وَصَنَمٍ وَحَجَرٍ وَوَثَنٍ، ثُمَّ الزُّهْدُ فِيمَا حَرَّمَ اللهُ تَعَالَى مِنَ الْأَخْذِ وَالْإِعْطَاءِ، ثُمَّ يُقْبِلُ عَلَيْنَا فَيَقُولُ: زُهْدُكُمْ هَذَا يَا مَعْشَرَ الْقُرَّاءِ فَهُوَ وَاللهِ أَخَسُّهُ عِنْدَ اللهِ، الزُّهْدُ فِي حَلَالِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
62. Zuhud di dunia itu ada tiga perkara, yang paling tinggi dan paling disukai Allah serta yang paling besar pahalanya adalah zuhud (tidak mau) beribadah kepada apa yang disembah selain Allah, baik itu raja, berhala, batu, patung. Kemudian zuhud terhadap apa yang diharamkan Allah dalam hal memberi maupun menerima. Zuhud kalian ini wahai sekalian para pembaca Al Qur'an, demi Allah, adalah zuhud yang paling rendah di sisi Allah, yaitu zuhud terhadap apa yang dihalalkan oleh Allah 'Azza Wa Jalla.
Yunus bin Ubaid
ثَلَاثَةٌ احْفَظُوهُنَّ عَنِّي: لَا يَدْخُلُ أَحَدُكُمْ عَلَى سُلْطَانٍ يَقْرَأُ عَلَيْهِ الْقُرْآنَ، وَلَا يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ مَعَ امْرَأَةٍ شَابَّةٍ يَقْرَأُ عَلَيْهَا الْقُرْآنَ، وَلَا يُمَكِّنْ أَحَدُكُمْ سَمْعَهُ مِنْ أَصْحَابِ الْأَهْوَاءِ
63. Tiga hal tolong kalian jaga dariku: Janganlah salah satu dari kalian masuk kepada sulthan dan membaca Al Qur'an untuknya, jangan ada dari kalian yang berduaan dengan seorang wanita yang masih muda lalu membacakan Al Qur'an untuknya, jangan pula kalian betah mendengarnya (Al Qur'an) dari pengikut hawa nafsu.
Abdullah bin Aun
أُحِبُّ لَكُمْ يَا مَعْشَرَ إِخْوَانِي ثَلَاثًا: هَذَا الْقُرْآنَ تَتْلُونَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَلُزُومَ الْجَمَاعَةِ، وَالْكَفَّ عَنْ أَعْرَاضِ الْمُسْلِمِينَ
64. Wahai saudaraku, aku ingin kalian memiliki tiga hal yaitu, Al Quran yang kalian baca di pertengahan malam dan siang, menetapi jama'ah, dan menjaga kehormatan kaum muslimin.
Farqad As Sabakhi
إِنَّ مُلُوكَ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانُوا يَقْتُلُونَ قُرَّاءَهُمْ عَلَى الدِّينِ، وَإِنَّ مُلُوكَكُمْ إِنَّمَا يَقْتُلُونَكُمْ عَلَى الدُّنْيَا فَدَعُوهُمْ وَالدُّنْيَا
65. Sesungguhnya para raja Bani Israil biasa membunuh para qari mereka lantaran agama, sedangkan raja-raja kalian membunuh kalian lantaran dunia, maka tinggalkanlah mereka dan dunia.
Thalq bin Habib
أَحْسَنُ النَّاسِ صَوْتًا بِالْقُرْآنِ الَّذِي إِذَا قَرَأَ رَأَيْتَ أَنَّهُ يَخْشَى اللهَ عَزَّ وَجَلَّ
66. Orang yang paling indah suaranya dalam membaca Al Qur'an adalah orang yang jika dia membaca, maka engkau melihat bahwa dia orang yang takut kepada Allah.
Yahya bin Abi Katsir
تَعَلُّمُ الْفِقْهِ صَلَاةٌ، وَدِرَاسَةُ الْقُرْآنِ صَلَاةٌ
67. Belajar fikih adalah shalat dan mempelajari Al Qur'an juga shalat.
Abu Al Jauza
نَقْلُ الْحِجَارَةِ أَهْوَنُ عِنْدَ الْمُنَافِقِ مِنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
68. Memindahkan batu besar akan terasa lebih ringan bagi orang munafik daripada membaca AI Qur'an.
Dikutip dari kitab Hilyatul Auliya Wa Thabaqatul Ashfiya
M. Aang Sopyan Ansory, S.Pd.I
Komentar
Posting Komentar