Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (1)
Abu Bakar Ash Shiddiq r.a
اعْلَمُوا عِبَادَ اللهِ أَنَّ اللهَ تَعَالَى قَدِ ارْتَهَنَ بِحَقِّهِ أَنْفُسَكُمْ , وَأَخَذَ عَلَى ذَلِكَ مَوَاثِيقَكُمْ , وَاشْتَرَى مِنْكُمُ الْقَلِيلَ الْفَانِي بِالْكَثِيرِ الْبَاقِي , وَهَذَا كِتَابُ اللهِ فِيكُمْ لَا تَفْنَى عَجَائِبُهُ , وَلَا يُطْفَأُ نُورُهُ , فَصَدِّقُوا قَوْلَهُ , وَانْتَصِحُوا كِتَابَهُ , وَاسْتَبْصِرُوا فِيهِ لِيَوْمِ الظُّلْمَةِ , فَإِنَّمَا خَلَقَكُمْ لِلْعِبَادَةِ وَوَكَّلَ بِكُمُ الْكِرَامَ الْكَاتِبِينَ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ
لَمَّا قَدِمَ أَهْلُ الْيَمَنِ زَمَانَ أَبِي بَكْرٍ وَسَمِعُوا الْقُرْآنَ جَعَلُوا يَبْكُونَ , قَالَ: فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: هَكَذَا كُنَّا ثُمَّ قَسَتِ الْقُلُوبُ، قَالَ الشَّيْخُ رَحِمَهُ اللهُ: وَمَعْنَى قَوْلِهِ: قَسَتِ الْقُلُوبُ , قَوِيَتْ وَاطْمَأَنَّتْ بِمَعْرِفَةِ اللهِ تَعَالَ
2. Ketika penduduk Yaman di masa pemerintahan Abu Bakar mendengarkan Al Qur'an, maka mereka menangis. lalu Abu Bakar berkata, "seperti inilah kami dahulu, kemudian hati kami menjadi keras." Syaikh (Abu Nu'aim) berkata: Yang dimaksud dengan 'hati kami menjadi keras' adalah kuat dan tenang lantaran ma'rifat kepada Allah.
Umar bin Khattab r.a
إِذَا جَاءَكَ الشَّيْءُ فِي كِتَابِ اللهِ فَاقْضِ بِهِ، وَلَا يَلْفِتَنَّكَ عَنْهُ رِجَالٌ، وَإِنْ جَاءَكَ مَا لَيْسَ فِي كِتَابِ اللهِ فَانْظُرْ سُنَّةَ نَبِيِّكَ عَلَيْهِ السَّلَامُ فَاقْضِ بِهَا، وَإِنْ جَاءَكَ مَالَيْسَ فِيِ كِتَابِ اللهِ وَلَمْ يَكُنْ فِيهِ مِنْ سُنَّةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْظُرْ مَا اجْتَمَعَ عَلَيْهِ النَّاسُ فَخُذْ بِهِ
4. Tahukah kamu apa yang meruntuhkan Islam? Yang meruntuhkan Islam adalah tergelincirnya ulama, perdebatan orang munafik dengan menggunakan Al Qur'an, dan keputusan (kepemimpinan) orang-orang yang menyesatkan.
لَمَّا قَدِمَ خَرَاجُ الْعِرَاقِ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ خَرَجَ عُمَرُ وَمَوْلًى لَهُ، فَجَعَلَ عُمَرُ يَعُدُّ الْإِبِلَ، فَإِذَا هِيَ أَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ، وَجَعَلَ عُمَرُ يَقُولُ: «الْحَمْدُ لِلَّهِ» وَجَعَلَ مَوْلَاهُ يَقُولُ: يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ، هَذَا وَاللهِ مِنْ فَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ، فَقَالَ عُمَرُ: «كَذَبْتَ، لَيْسَ هُوَ هَذَا، يَقُولُ اللهُ تَعَالَى»: {قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا} [يونس: 58] يَقُولُ: «بِالْهُدَى وَالسُّنَّةِ وَالْقُرْآنِ، فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا، هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ، وَهَذَا مِمَّا يَجْمَعُونَ
5. Ketika upeti Irak didatangkan kepada Umar bin Al Khaththab, Umar pun keluar bersama maulanya. Lalu dia menghitung unta, dan ternyata dia mendapati unta itu lebih banyak, kemudian Umar mengucapkan, 'Alhamdulillah' lantas maulanya berkata, 'Wahai Amirul Mukminin, demi Allah, sungguh ini adalah karunia Allah dan kasih sayang-Nya'. Umar berkata, 'Kamu berdusta, bukan ini maksudnya. Allah Ta'ala berfirman, 'Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira'. (Qs. Yuunus [10]: 58). Dia berkata, 'Dengan hidayah, As-Sunnah dan Al Qur'an, hendaknya dengan itu semua mereka bergembira, karena hal itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan, sedangkan ini adalah apa yang mereka kumpulkan'.
تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ خَمْسًا خَمْسًا
7. Pelajarilah Al Qur'an, lima ayat lima ayat.
Utsman bin Affan
لَوْ طَهُرَتْ قُلُوبُكُمْ مَا شَبِعَتْ مِنْ كَلَامِ اللهِ , وَمَا أُحِبُّ أَنْ يَأْتِيَ عَلَيَّ يَوْمٌ وَلَا لَيْلَةٌ إِلَّا أَنْظُرُ فِي كَلَامِ اللهِ يَعْنِي فِي الْمُصْحَفِ
8. Sekiranya hati-hati kalian bersih, niscaya dia tidak akan pernah bosan membaca kalamullah. Aku juga tidak senang, jika aku berjumpa dengan siang atau malam kecuali aku sedang membaca Kalamullah, yakni dengan melihat mushaf.
Ali bin Abi Thalib r.a
9. Demi Allah, seandainya engkau tahu bahwa ada kelonggaran bagiku untuk melakukan kompromi dalam agama Allah, aku pasti melakukannya, dan tentulah itu lebih ringan tanggungannya bagiku. Akan tetapi Allah tidak ridha sekiranya Ahlul Qur'an bersikap kompromi dan diam saat Allah di durhakai.
10. Surga bagi orang-orang yang bersikap zuhud terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat. Mereka itulah kaum yang menjadikan bumi sebagai hamparan, debunya sebagai kasur dan airnya sebagai minuman yang lezat, serta Al Qur'an dan doa sebagai selimut dan pakaian.
11. Ketahuilah bahwa faqih yang sejati adalah orang yang tidak membuat manusia berputus asa terhadap rahmat Allah, tidak membuat mereka merasa aman dari adzab Allah, tidak memberi mereka kelonggaran dalam melakukan maksiat kepada Allah, dan tidak membiarkan Al Qur'an menjadi sesuatu yang dibenci orang lain. Tidak ada kebaikan dalam ibadah yang tidak disertai ilmu, tidak ada kebaikan dalam ilmu yang tidak disertai pemahaman, dan tidak ada kebaikan dalam bacaan yang tidak disertai tadabbur (perenungan).
Abdullah bin Mas'ud r.a
12. Seyogianya penghafal Al Qur'an itu dikenali lewat malamnya saat manusia tidur, dengan siangnya saat manusia tidak berpuasa, dan dengan kekhusyukannya saat manusia lalai. Seyogianya penghafal Al Qur'an itu suka menangis, bersedih hati, bijak, lembut, alim dan pendiam. Dan seyogianya penghafal Al Qur'an itu tidak keras hati, tidak lalai, tidak suka berteriak, tidak bersuara keras dan tidak kasar.
13. Sesungguhnya Al Qur'an ini adalah hidangan Allah. Barangsiapa yang bisa mempelajari darinya, maka hendaklah dia melakukannya. Karena sesungguhnya rumah yang paling kosong dari kebaikan adalah rumah orang di dalamnya tidak ada sebagian dari Kitab Allah. Dan rumah yang di dalamnya tidak ada sebagian dari Kitab Allah itu seperti rumah rapuh yang tidak ada penghuni yang memakmurkannya. Dan sesungguhnya syetan akan keluar dari rumah yang di dalamnya diperdengarkan surah Al Baqarah.
14. Sesungguhnya hati ini ibarat bejana, maka isilah dia dengan Al Qur'an, dan janganlah kalian mengisinya dengan yang lain.
15. Sembahlah Allah, jangan sekutukan sesuatu pun dengan-Nya, serta ikutilah Al Qur'an. Barangsiapa datang kepadamu dengan membawa kebenaran, maka terimalah dia meskipun dia orang yang jauh dan tidak kau sukai. Dan barangsiapa datang dengan membawa kebatilan, maka tolaklah dia meskipun dia orang yang dekat dan kau cintai.
إِنِّي لَأَكْرَهُ أَنْ أَرَى الْقَارِئَ سَمِينًا نَسِيًّا لِلْقُرْآنِ
18. Aku benar-benar tidak senang melihat pembaca Al Qur'an itu gemuk dan suka melupakan Al Qur'an.
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فِي أَقَلَّ مِنْ ثَلَاثٍ فَهُوَ رَاجِزٌ
19. Siapa yang membaca Al Qur'an kurang dari tiga, maka dia seperti orang yang membaca syair.
Abu Ad Darda' r.a
20. Sesungguhnya engkau tidak paham agama dengan sebenar-benarnya pemahaman hingga engkau melihat beberapa aspek dari Al Qur'an.
23. Abu Ad-Darda' mendengar orang-orang yang shalat tahajjud dengan membaca Al Qur'an, maka dia berkata, "Demikianlah, mereka itulah orang-orang yang meratapi diri mereka sebelum Hari Kiamat, dan hati mereka selalu mendengungkan dzikrullah -atau berdengung untuk berdzikir kepada Allah."-
Dikutip dari Kitab Hilyatul Auliya' Wa Thabaqatul Ashfiya'
M. Aang Sopyan Ansory, S.Pd.I
Sekretaris Umum FHQ Kab. Tasikmalaya
Komentar
Posting Komentar