Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (13)

Abu Sulaiman Ad Darani

عَنْ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي الْحَوَارِيِّ , أَنَّهُ قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى أَبِي سُلَيْمَانَ وَهُوَ يَبْكِي فَقُلْتُ: مَا يبْكِيكَ؟ قَالَ: كُنْتُ الْبَارِحَةَ أُصَلَّى فَحَمَلَتْنِي عَيْنَايَ فَنِمْتُ فَإِذَا أَنا بِحَوْرَاءَ , قَدْ خَرَجَتْ عَلَيَّ مِنْ مِحْرَابِي بِيَدِهَا رُقْعَةٌ فَقَالَتْ: يَا أَبَا سُلَيْمَانَ تُحْسِنُ تَقْرَأُ فَقُلْتُ: نَعَمْ , فَقَالَتِ: اقْرَأْ هَذِهِ الرُّقْعَةَ فَفَكَكْتُهَا فَإِذَا فِيهَا:

[البحر الوافر]

أَلْهَتْكَ لَذَّةُ نَوْمَةٍ عَنْ خَيْرِ عَيْشٍ ... مَعَ الْغَنَجَاتِ فِي غُرَفِ الْجِنَانِ

تَعِيشُ مُخَلَّدًا لَا مَوْتَ فِيهَا ... وَتَنْعَمُ فِي الْجِنَانِ مَعَ الْحِسَانِ

تَيَقَّظْ مِنْ مَنَامِكِ إِنَّ خَيْرًا ... مِنَ النَّوْمِ التَّهَجُّدُ بِالْقُرَانِ

175. Ahmad bin Abu Al Hawari, berkata, "Aku pernah masuk menemui Abu Sulaiman, sementara dia sedang menangis, lalu aku bertanya, 'Apa yang membuatmu menangis?' dia menjawab, 'Tadi malam aku shalat, lalu mataku terasa ngantuk, sehingga akupun tertidur. Ternyata bidadari mengeluarkan aku dari mihrabku, sementara tangannya memegang sebuah lembaran'. Dia berkata padaku, 'Wahai Abu Sulaiman, apakah kamu bisa membaca dengan baik?' Aku menjawab, 'Ya'. Dia berkata, 'Bacalah lembaran ini!' Aku pun membuka lembaran itu, dan di dalamnya tertera: Kenikmatan tidur telah melalaikanmu dari kebaikan hidup bersama wanita-wanita genit di kamar-kamar surga. Kamu hidup di dalamnya dengan kekal, tanpa adanya kematian. Dan kamu diberi kenikmatan di dalam surga dengan segala sesuatu yang baik.Maka bangunlah dari tempat tidurmu, sungguh hal yang lebih baik daripada tidur adalah menunaikan shalat Tahajjud yang disertai dengan membaca Al Qur'an.

Dzun Nun Al Mishri

أَدِّ إِلَى اللَّهِ صِدْقَ حَالَتِكَ الَّتِي أَنْتَ عَلَيْهَا عَلَى مُوَافَقَةِ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ، وَلَا تَرْقَ حَيْثُ لَمْ نَرْقَ فَتَزِلَّ قَدَمُكَ فَإِنَّهُ إِذَا زَلَّ بِكَ لَمْ تَسْقُطْ، وَإِذَا ارْتَقَيْتَ أَنْتَ تَسْقُطُ وَإِيَّاكَ أَنْ تَتْرُكَ مَا تَرَاهُ يَقِيناً لِمَا تَرْجُوهُ شَكًّ

176. Persembahkanlah keadaanmu yang engkau alami sejujur-sejujurnya untuk Allah dengan menyesuaikan diri terhadap Al Kitab dan As-Sunnah. Janganlah engkau mendaki di tempat yang tidak mampu engkau daki, karena telapak kakimu akan terpeleset jatuh. Sebab jika engkau tidak mendaki, andai pun telapak kaki pun tergelincir maka engkau tidak akan jatuh. Tapi jika engkau berusaha mendaki, maka engkau akan jatuh. Janganlah engkau meninggalkan sesuatu yang kau lihat sebagai keyakinan, hanya karena mengharapkan sebuah keraguan.

الْأُنْسُ بِاللَّهِ نُورٌ سَاطِعٌ، وَالْأُنْسُ بِالنَّاسِ غَمٌّ وَاقِعٌ، قِيلَ لِذِي النُّونِ: مَا الْأُنْسُ بِاللَّهِ؟ قَالَ: الْعِلْمُ وَالْقُرْآنُ

177. Akrab dengan Allah adalah cahaya yang bersinar. Sedangkan akrab dengan manusia adalah kesusahan yang membentang. Ditanyakan kepada Dzun Nun, "Apa maksud akrab dengan Allah?" Dia menjawab, "Maksudnya akrab dengan ilmu dan Al Qur'an."

Ahmad bin Abil Hawari

إِنِّي لَأَقْرَأُ الْقُرْآنَ فَأَنْظُرُ فِي آيَةٍ آيَةٍ فَيَحَارُ عَقْلِي فِيهَا وَأَعْجَبُ مِنْ حُفَّاظِ الْقُرْآنِ كَيْفَ يُهْنِيهِمُ النَّوْمُ وَيُسِيغُهُمْ أَنْ يَشْتَغِلُوا بِشَيْءٍ مِنَ الدُّنْيَا وَهُمْ يَتَكَلَّمُونَ كَلَامَ الرَّحْمَنِ أَمَا لَوْ فَهِمُوا مَا يَتْلُونَ وَعَرَفُوا حَقَّهُ وَتَلَذَّذُوا بِهِ وَاسْتَحَلُّوا الْمُنَاجَاةَ بِهِ لَذَهَبَ عَنْهُمُ النَّوْمُ فَرَحًا بِمَا رُزِقُوا وَوُفِّقُوا

178. Aku membaca Al Qur'an, lalu aku melihat satu ayat yang membuat akalku kebingungan, dan aku heran kepada para penghafal Al Qur'an, bagaimana bisa mereka dibuai oleh tidur dan disibukkan oleh hal-hal yang bersifat duniawi, padahal mereka berbicara dengan firman Yang Maha Pemurah. Seandainya mereka memahami apa yang mereka baca dan mengetahui haknya, lalu mereka menikmatinya dan bermunajat, maka pasti tidur itu akan pergi, karena rasa senang dengan rezeki dan taufik yang mereka peroleh.

Qatadah

أَخْيَارُ أُمَرَائِكُمُ الَّذِينَ يُحِبُّونَ قُرَّاءَكُمْ وَشِرَارُكُمُ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أُمْرَاءَكُمْ

179. Para pemimpin terbaik kalian adalah yang mencintai para pembaca (Al Qur'an) kalian, dan orang-orang yang paling buruk diantara kalian adalah mereka yang mencintai para pemimpin kalian.

Abu Turab An Nakhsyabi

مَنْ لَبِسَ مِنْكُمْ مَرَقَّعَةً فَقَدْ سَأَلَ وَمَنْ قَعَدَ فِي الِخَانِقَاهِ أَوْ فِي الْمَسْجِدِ فَقَدْ سَأَلَ وَمَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فِي الْمُصْحَفِ أَوْ كَيْمَا يَسْمَعُ النَّاسُ فَقَدْ سَأَلَ

180. Barangsiapa diantara kalian yang mengenakan pakaian yang ditambal, maka dia telah mengemis. Barangsiapa yang duduk di jalan kecil (gang) atau masjid, maka dia telah mengemis. Dan barangsiapa membaca Al Qur'an atau agar didengar oleh orang-orang, maka dia telah mengemis.

إِذَا رَأَيْتَ الْقَارِئِ مُنْبَسِطًا إِلَى الْغِلْمَانِ وَالْأَغْنِيَاءِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ مُخَادِعٌ

181. Apabila kamu melihat pembaca (Al Qur'an) senang kepada para pemuda dan orang-orang kaya, maka ketahuilah bahwa dia seorang penipu.

Yahya bin Mu'adz

اعْلَمُوا أَنَّ الْقُرْآنَ قَدْ نَدَبَكُمْ إِلَى وَلِيمَةِ الْجَنَّةِ وَدَعَاكُمْ إِلَيْهَا فَأَسْرَعُ النَّاسِ إِلَيْهَا أَتْرَكُهُمْ لِدُنْيَاهُ وَأَوْجَدُهُمْ لَذَّةً لِطَعْمِ تِلْكَ الْوَلِيمَةِ أَشَدُّهُمْ تَجْوِيعًا لِنَفْسِهِ وَمُخَالَفَةً لَهَا فَإِنَّهُ لَيْسَ أَمْرٌ مِنْ أُمُورِ الطَّاعَةِ إِلَّا وَأَنْتُمْ تَحْتَاجُونَ أَنْ تُخْرِجُوهُ مِنْ بَيْنِ ضِدَّيْنِ مُخْتَلِفَيْنِ بِجَهْدٍ شَدِيدٍ

182. Ketahuilah, bahwa AI Qur'an telah mengutus kalian kepada jamuan surga dan mengundang kalian untuk mendatanginya, maka manusia yang paling bersegera mendatanginya adalah orang yang paling banyak meninggalkan dunianya diantara mereka. sementara orang yang paling cepat mendapati kenikmatan rasa jamuan tersebut adalah orang yang paling melaparkan dirinya sendiri dan paling menentang dunia. Karena tidak ada bentuk ketaatan, melainkan kalian perlu mengeluarkannya dari dua hal yang saling bertentangan dengan kesungguhan yang sulit.

Al Harits bin Asad

أَنْعَمُ الْأَشْيَاءِ لِقُلُوبِ الْعَابِدِينَ، وَأَدْوَمُهَا لَهَا سُرُورًا الشَّوْقُ إِلَى قُرْبِ اللَّهِ وَاسْتِمَاعُ كَلَامِهِ وَالنَّظَرُ إِلَى وَجْهِهِ

183. Sesuatu yang paling memberikan nikmat bagi hati para hamba dan yang paling dapat melanggengkan rasa bahagia di dalamnya adalah kerinduan untuk dekat dengan Allah, mendengarkan firman-Nya dan memandang wajah-Nya.

Sirri As Saqathi

لِلْمُرِيدِ عَشْرُ مَقَامَاتٍ: التَّحُبُّبُ إِلَى اللَّهِ بِالنَّافِلَةِ وَالتَّزَيُّنِ عِنْدَهُ بِنَصِيحَةِ الْأُمَّةِ، وَالْأُنْسُ بِكَلَامِ اللَّهِ وَالصَّبْرُ عَلَى أَحْكَامِهِ وَالْأَثَرَةُ لَأَمْرِهِ وَالْحَيَاءُ مِنْ نَظَرِهِ وَبَذْلُ الْمَجْهُودِ فِي مَحْبُوبِهِ وَالرِّضَا بِالْقِلَّةِ وَالْقَنَاعَةُ بِالْخُمُولِ

184. Bagi seorang murid ada sepuluh maqam; mencintai Allah dengan melakukan ibadah sunnah, menghiasi diri di sisi-Nya dengan memberi nasihat kepada umat, senang dengan kalam Allah, sabar dalam menjalankan hukum-hukum Allah, mendahulukan perintah-Nya, malu dari pandangan-Nya, mencurahkan segala upaya dalam mencintai-Nya, ridha dengan sesuatu yang sedikit dan  bersikap qanaah dengan kelemahan yang ada.

اعْتَلَلْتُ بِطَرَسُوسَ عِلَّةَ الزَّرْبِ فَدَخَلَ عَلَيَّ ثُقَلَاءُ الْقُرَّاءِ يَعُودُونَنِي فَجَلَسُوا فَأَطَالُوا جُلُوسَهُمْ فَآذَانِي، ثُمَّ قَالُوا: إِنْ رَأَيْتَ أَنْ تَدْعُوَ اللَّهَ فَمَدَدْتُ يَدَيَّ وَقُلْتُ: اللَّهُمَّ عَلَّمْنَا أَدَبَ الْعِيَادَةِ

185. Aku pernah merasakan sakit dibagian pencernaan di Tharsus. Lalu para ahli qiraah senior menjengukku, mereka duduk dengan cukup lama, sehingga membuatku terganggu. Kemudian mereka berkata, 'Bagaimana jika engkau berdoa kepada Allah untuk kami?' kemudian aku menjulurkan kedua tanganku dan berkata, 'Ya Allah ajarkanlah kami etika dalam menjenguk'.

Dikutip dari kitab Hilyatul Auliya Wa Thabaqatul Ashfiya

M. Aang Sopyan Ansory

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (1)

Forum Huffazhil Quran Mengutuk Keras Terdakwa HW

SHAHIH BUKHARI - KITAB 1 PERMULAAN TURUNNYA WAHYU