Abu Abdullah Al Maghribi
أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ عِمَارَةُ الْأَوْقَاتِ فِي الْمُوَافَقَاتِ، الْفَقِيرُ الَّذِي لَا يَرْجِعُ إِلَى مُسْتَنَدٍ فِي الْكَوْنِ غَيْرِ الِالْتِجَاءِ إِلَى مَنْ إِلَيْهِ فَقْرُهُ لِيُغْنِيَهُ بِالِاسْتِغْنَاءِ بِهِ كَمَا عَزَّزَهُ بِالِافْتِقَارِ إِلَيْهِ، أَعْظَمُ النَّاسِ ذُلًّا فَقِيرٌ دَاهَنَ غَنِيًّا أَوْ تَوَاضَعَ لَهُ، وَأَعْظَمُ الْخَلْقِ عِزًّا غَنِيٌّ تَذَلَّلَ لِفَقِيرٍ أَوْ حَفِظَ حُرْمَتَهُ، الرَّاضُونَ بِالْفَقْرِ هُمْ أُمَنَاءُ اللَّهِ فِي أَرْضِهِ وَحُجَّتُهُ عَلَى عِبَادِهِ بِهِمْ يُدْفَعُ الْبَلَاءُ عَنِ الْخَلْقِ
195. Amal yang terbaik adalah mengisi waktu dengan amalan yang sesuai (dengan Al Qur'an dan As-Sunnah), Orang fakir adalah orang yang tidak bersandar kepada makhluk, kecuali memohon kepada Dzat yang kepada-Nya kefakirannya kembali, agar mencukupinya dengan merasa cukup bersama Dia, sebagaimana Dia memuliakannya sebab butuh kepadaNya. Orang yang paling besar kehinaannya adalah orang fakir yang menjilat kepada orang kaya atau tunduk padanya. Sedangkan orang yang paling besar kemuliaannya adalah orang kaya yang merendahkan diri kepada orang fakir, atau menjaga kehormatannya. Orang-orang yang ridha dengan kefakiran adalah orang-orang kepercayaan Allah di bumi-Nya dan hujjah-Nya atas para hamba-Nya, sebab mereka musibah dihilangkan dari makhluk.
Abu Muhammad Al Jurairi
أَدَلُّ الْأَشْيَاءِ عَلَى اللَّهِ ثَلَاثَةٌ: مُلْكُهُ الظَّاهِرُ، ثُمَّ تَدْبِيرُهُ فِي مُلْكِهِ، ثُمَّ كَلَامُهُ الَّذِي يَسْتَوْفِي كُلَّ شَيْءٍ
196. Ada tiga hal yang bisa
menunjukkan atas (keberadaan) Allah, yaitu kerajaan-Nya yang zhahir, kemudian pengaturan-Nya dalam kerajaan-Nya, kemudian
kalam-Nya yang dapat menyempurnakan setiap sesuatu.
Abu Al Husain bin Hind
الْمُتَمَسِّكُ بِكِتَابِ اللَّهِ هُوَ الْمُلَاحِظُ لِلْحَقِّ عَلَى دَوَامِ الْأَوْقَاتِ وَالْمُتَمَسِّكُ بِكِتَابِ اللَّهِ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ مِنْ أَمْرِ دِينِهِ وَدُنْيَاهُ، بَلْ يَجْرِي فِي أَوْقَاتِهِ عَلَى الْمُشَاهَدَةِ لَا عَلَى الْغَفْلَةِ
197. Orang yang
berpegang pada kitab Allah adalah orang yang menjaga kebenaran
dalam setiap waktu. Dan orang yang berpegang pada kitab Allah,
tidak ada yang tertutup baginya dalam urusan agama dan dunianya, bahkan dalam kesehariannya selalu dalam persaksian dan tidak dalam kelalaian.
Abu Bakar Al Thamastani
الطَّرِيقُ وَاضِحٌ وَالْكِتَابُ وَالسُّنَّةُ قَائِمَةٌ بَيْنَ أَظْهُرِنَا فَمَنْ صَحِبَ الْكِتَابَ وَالسُّنَّةَ وَعَزَفَ عَنْ نَفْسِهِ وَالْخَلْقِ وَالدُّنْيَا وَهَاجَرَ إِلَى اللَّهِ بِقَلْبِهِ فَهُوَ الصَّادِقُ الْمُصِيبُ الْمُتَّبِعُ لِآثَارِ الصَّحَابَةِ لِأَنَّهُمْ سُمُّوا السَّابِقِينَ لِمُفَارَقَتِهِمُ الْآبَاءَ وَالْأَبْنَاءَ الْمُخَالِفِينَ وَتَرَكُوا الْأَوْطَانَ وَالْإِخْوَانَ، وَهَاجَرُوا وَآثَرُوا الْغُرْبَةَ وَالْهِجْرَةَ عَلَى الدُّنْيَا وَالرَّخَاءَ وَالسَّعَةَ وَكَانُوا غُرَبَاءَ فَمَنْ سَلَكَ مَسْلَكَهُمْ وَاخْتَارَ اخْتِيَارَهُمْ كَانَ مِنْهُمْ وَلَهُمْ تَبَعًا
198. Jalan itu sudah jelas,
kitab dan sunnah terbentang diantara kita, siapa yang bersahabat dengan kitab dan sunnah, dan menghindarkan dirinya dari
manusia dan dunia, lalu dia berhijrah kepada Allah dengan hatinya,
maka dia adalah orang yang jujur dan pengikut jejak sahabat, karena mereka memiliki derajat yang tinggi karena berpisah
dengan orang tua dan anak-anak yang bertentangan dengan
mereka, dan juga meninggalkan tanah air dan juga saudara. Dan mereka berhijrah dari dunia, dari kemuliaan, dan dari kelapangan,
mereka merasakan bagaikan orang yang aneh. Maka siapa yang
mengikuti jalan yang mereka tempuh, dan memilih apa yang
mereka pilih, maka akan menjadi bagian mereka.
Abu Abdullah Muhammad bin Hafif
يَنْقَسِمُ الذِّكْرُ قِسْمَيْنِ: ظَاهِرٌ وَبَاطِنٌ فَأَمَّا الظَّاهِرُ فَالتَّهْلِيلُ وَالتَّحْمِيدُ وَالتَّمْجِيدُ وَتِلَاوَةُ الْقُرْآنِ، وَأَمَّا الْبَاطِنُ فَتَنْبِيهُ الْقُلُوبِ عَلَى شَرَائِطِ التَّيَقُّظِ عَلَى مَعْرِفَةِ اللَّهِ وَأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَعَلَى أَفْعَالِهِ، وَنَشْرِ إِحْسَانِهِ وَإِمْضَاءِ تَدْبِيرِهِ وَنَفَاذِ تَقْدِيرِهِ عَلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ
199. Dzikir itu terbagi dua: zhahir dan bathin. Dzikir
yang zhahir adalah tahlil, tahmid, tamjid dan tilawah Al Quran.
Sedangkan dzikir bathin adalah membiasakan hati untuk tunduk ingat dan selalu terjaga kepada ma'rifatullah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, dan kepada perbuatan-Nya dan kebaikan-Nya, dan takdir-Nya atas semua makhluk-Nya.
Ibrahim bin Isa
الْمُؤْمِنُ حَسَنٌ بِاللَّهِ ظَنُّهُ وَاثِقٌ بِوَعْدِهِ، اتَّخَذَ التَّقْوَى رَقِيبًا، وَالْقُرْآنَ دَلِيلًا، وَالْخَوْفَ مَحَجَّةً وَالشَّوْقَ مَطِيَّةً، وَالْوَجَلَ شِعَارًا، وَالصَّلَاةَ كَنْزًا، وَالصَّبْرَ وَزِيرًا، وَالْحَيَاءَ أَمِيرًا، لَا يَزْدَادُ لِلَّهِ بِرًّا وَصَلَاحًا إِلَّا ازْدَادَ اللَّهُ عَلَيْهِ خَوْفًا، أَحْسَنَ الظَّنَّ بِاللَّهِ فَأَحْسَنَ الْعَمَلَ
200. Mukmin yang berbaik sangka kepada Allah, akan percaya dengan
apa yang dijanjikan olehNya, dan dia akan bertakwa dan menjadikan Al Quran sebagai petunjuk, dan ketakutan sebagai hujjah, dan kerinduan sebagai pembangkit semangat, dan shalat
sebagai harta simpanan, dan kesabaran sebagai pembantu, dan
rasa malu sebagai pemimpin. Tidaklah Allah menambah
kebaikan dan kesempurnaan padanya, melainkan Allah
menambahkan pula ketakutan padanya. Maka siapa yang berbaik sangka kepada Allah, maka akan baik perbuatannya.
Dikutip dari Kitab Hilyatul Auliya Wa Thabaqatul Ashfiya
M. Aang Sopyan Ansory
Komentar
Posting Komentar