Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (8)

Umar bin Abdul Aziz

إِنَّ اللهَ لَمْ يَبْعَثْ نَبِيًّا بَعْدَ نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَلَمْ يُنْزِلْ كِتَابًا مِنْ بَعْدِ كِتَابِهِ الَّذِي أَنْزَلَهُ عَلَى نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ صلّى الله عليه وسلم، أَلَا وَإِنَّ مَا أَنْزَلَ اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ فَهُوَ الْحَقُّ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

113.  Sesungguhnya Allah tidak mengutus seorang nabi pun setelah Nabi-Nya, Muhammad, dan tidak menurunkan kitab setelah kitab-Nya yang diturunkan-Nya kepada Nabi-Nya, Muhammad. Ketahuilah, sesungguhnya apa yang Allah turunkan kepada Muhammad adalah kebenaran hingga Hari Kiamat.

مَا حَسَدْتُ الْحَجَّاجَ عَدُوَّ اللهِ عَلَى شَيْءٍ حَسَدِي إِيَّاهُ عَلَى حُبِّهِ الْقُرْآنَ وَإِعْطَائِهِ أَهْلَهُ، وَقَوْلِهِ حِينَ حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ: اللهُمَّ اغْفِرْ لِي، فَإِنَّ النَّاسَ يَزْعُمُونَ أَنَّكَ لَا تَفْعَلُ

114. Aku tidak iri kepada Al Hajjaj sang musuh Allah atas sesuatu pun yang melebihi iriku kepadanya karena kecintaannya kepada Al Qur'an dan pemberiannya kepada keluarganya, serta ucapannya ketika hampir meninggal, 'Ya Allah, ampunilah aku karena orang-orang mengklaim bahwa Engkau tidak akan melakukan itu (mengampuniku)' .

إِنَّهُ لَا عُذْرَ لِأَحَدٍ عِنْدَ اللهِ بَعْدَ الْبَيِّنَةِ بِضَلَالَةٍ رَكِبَهَا حَسِبَهَا هُدًى، وَلَا فِي هُدًى تَرَكَهُ حَسِبَهُ ضَلَالَةً، قَدْ تَبَيَّنْتِ الْأُمُورُ، وَثَبَتَتِ الْحُجَّةُ، وَانْقَطَعَ الْعُذْرُ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ أَنْبَاءِ النُّبُوَّةِ وَمَا جَاءَ بِهِ الْكِتَابُ تَقَطَّعَتْ مِنْ يَدَيْهِ أَسْبَابُ الْهُدَى، وَلَمْ يَجِدْ لَهُ عِصْمَةً يَنْجُو بِهَا مِنَ الرَّدَى

115. Sesungguhnya tidak ada alasan bagi seorang pun di hadapan Allah setelah adanya penjelasan tentang kesesatan yang dilakukannya yang diduganya sebagai petunjuk, dan tidak pula petunjuk yang ditinggalkannya karena diduganya sebagai kesesatan. Perkara-perkara telah ditetapkan, hujjah telah ditegakkan, dan udzur telah terputus. Barangsiapa yang membenci pemberitaan kenabian dan apa yang dibawakan oleh Al Kitab, maka terputuslah sebab-sebab petunjuk di hadapannya, dan dia tidak akan menemukan perlindungan yang dengannya dia selamat dari kejatuhan.

أَسْأَلُ اللهَ بِرَحْمَتِهِ أَنْ يُبْقِيَنَا مَا أَبْقَانَا فِي الدُّنْيَا مُطِيعِينَ لَأَمْرِهِ، مُتَّبِعِينَ لِكِتَابِهِ، وَجَعَلَنَا إِذَا خَرَجْنَا مِنَ الدُّنْيَا إِلَى نَبِيِّنَا وَمَنْ أَمَرَنَا  أَنْ نَقْتَدِيَ بِهُدَاهُ مِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الْأَخْيَارِ

116. Aku mohon kepada Allah dengan rahmatNya agar membiarkan kita hidup selama hidup kita di dunia dalam keadaan menaati perintah-Nya dan mengikuti Kitab-Nya. Semoga Allah menjadikan kita, ketika kita keluar dari dunia, menuju Nabi kitadan orang-orang yang kita diperintahkan untuk mengikuti petunjuknya dari golongan mereka yang terpilih lagi baik.

Ka'b Al Ahbar

عَلَيْكُمْ بِالْقُرْآنِ فَإِنَّهُ فَهْمُ الْعَقْلِ، وَنُورُ الْحِكْمَةِ، وَينَابِيعُ الْعِلْمِ، وَأُحْدَثُ الْكُتُبِ عَهْدًا بِالرَّحْمَنِ

117. Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap Al Qur'an, karena sesungguhnya ia adalah pemahaman akal, cahaya hikmah, sumber ilmu, dan Kitab yang paling baru dari Dzat Yang Maha Penyayang.

لَيَقْرَأَنَّ الْقُرْآنَ رِجَالٌ وَإِنَّهُمْ أَحْسَنُ أَصْوَاتًا مِنَ الْعَزَّافَاتِ وَحُدَاةِ الْإِبِلِ لَا يَنْظُرُ اللهُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَيَصْبِغَنَّ أَقْوَامٌ بِالسَّوَادِ لَا يَنْظُرُ اللهُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

118. Akan ada orang-orang yang membaca Al Qur'an dengan suara yang lebih bagus daripada bunyi rebana dan dendangan pengiring unta, namun Allah tidak akan melihat mereka pada Hari Kiamat, juga akan ada orang-orang yang mencat (rambutnya) dengan warna hitam, namun Allah juga tidak akan memandang mereka pada Hari Kiamat.

مَنْ حَسُنَ صَوْتُهُ بِالْقُرْآنِ فِي دَارِ الدُّنْيَا أَعْطَاهُ اللهُ فِي الْجَنَّةِ قُبَّةً مِنْ لُؤْلُؤَةٍ أَوْ قَالَ: مِنْ زَبَرْجَدٍ فَيُعْطِيهِ اللهُ مِنْ حُسْنِ الصَّوْتِ فِي الْجَنَّةِ مَا يَزُورُهُ أَهْلُ الْجَنَّةِ فَيسْتَمِعُونَ إِلَيْهِ

119. Barangsiapa memperbagus suaranya saat membaca Al Qur'an di dunia, maka Allah akan memberikannya sebuah kubah dari permata di dalam surga-' Atau dia berkata, Dari jamrud, lalu Allah akan memberikannya suara yang bagus di dalam surga, dimana para penghuni surga mendatanginya lalu mendengarkannya.

في قَوْلِهِ: {وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ} [الواقعة: 10]. قَالَ: «هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ

120. Tentang firman Allah Ta'ala, "Dan orang-orang yang beriman paling dahulu," (Qs. Al Waaqi'ah [56]:10), dia berkata, 'Mereka adalah ahli Al Qur'an'.

مَنْ زَيَّنَ كِتَابَ اللهِ بِصَوْتِهِ أُعْطَى مِنْ حَلَاوَةِ الصَّوْتِ مَا لَا يَمَلُّ أَهْلُ الْجَنَّةِ مِنْ زِيَارَتِهِ وَمِنْ صَوْتِهِ مِائَةَ أَلْفِ سَنَةٍ، وَهُمْ فِي ذَلِكَ فِي خِيَامٍ مِنْ دُرٍّ مَعَهُمْ أَزْوَاجُهُمْ وَخَدَمُهُمْ فِيمَا اشْتَهَتْ أَنْفُسِهِمْ

121. Barangsiapa menghiasi Kitabullah dengan suaranya, maka dia dianugerahi dari manisnya suara sesuatu yang mana para ahli surga tidak pemah bosan dari kunjungannya dan suaranya selama seratus ribu tahun. Dan selama itu mereka berada di dalam tenda dari mutiara, bersama para isteri dan para pelayan mereka, dengan memperoleh apa yang dikehendaki jiwa mereka.

يَقْتَتِلُ السُّلْطَانُ وَالْقُرْآنُ فَيَطَأُ السُّلْطَانُ عَلَى سَمَاحِ الْقُرْآنِ فَلَأْيًا بِلَأْيٍ حَتَّى تَنْفَلِتْنَ مِنْهُ

122. Kekuasaan dan Al Qur'an saling berperang, lalu kekuasaan menginjak-nginjak kemurahan Al Qur'an, hingga dia pun terjatuh dan terlepas darinya.

مَنْ خَتَمَ الْقُرْآنَ زَوَّجَهُ اللهُ مِائَةَ أَلْفِ زَوْجَةٍ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ لِكُلِّ زَوْجَةٍ مِائَةُ أَلْفِ أَلْفِ وَصِيفٍ وَوَصِيفَةٍ، وَمَنْ قَرَأَ شَيْئًا مِنْهُ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ، وَإِنْ خَتَمَهُ مُرَابِطًا زَادَهُ اللهُ عَلَى ذَلِكَ مِائَةَ أَلْفِ أَلْفِ ضِعْفٍ وَبَنَى لَهُ عَدَدَ ذَلِكَ مَدَائِنَ وَقُصُورًا وَغُرَفًا مِنْ دُرٍّ وَيَاقُوتٍ فِي الْجَنَّةِ وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرًا، وَمَا مِنْ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَالذِّكْرِ

123. Barangsiapa mengkhatamkan Al Qur'an, maka Allah menikahkannya dengan seratus ribu isteri dari kalangan bidadari, yang mana setiap isteri memiliki satu juta pelayan laki-laki dan perempuan. Barangsiapa yang membaca beberapa ayat darinya, maka (dia akan mendapatkan pahala) sesuai dengan itu. Dan apabila dia mengkhatamkannya secara terus-menerus, maka atas hal itu Allah akan menambahkan seratus juta kali lipat, dan Dia bangunkan untuknya sebanyak itu kota-kota, istana-istana dan kamar-kamar dari mutiara dan ruby di surga, dan hal itu sangatlah mudah bagi Allah. Tidak ada sesuatu pun yang lebih Allah sukai daripada bacaan Al Qur'an dan dzikir.

Ubaidullah bin Abu Al Muhajir

يَا بَنِيَّ عَلَيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَعَلَيْكُمْ بِالْقُرْآنِ فَتَعَاهَدُوهُ وَعَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ حَتَّى لَوْ قُتِلَ أَحَدُكُمْ قَتِيلًا ثُمَّ سُئِلَ عَنْهُ أَقَرَّ بِهِ، وَاللهِ مَا كَذَبْتُ كَذْبَةً مُنْذُ قَرَأْتُ الْقُرْآنَ

124. Wahai anak-anakku, hendaklah kalian bertakwa kepada Allah, dan hendaklah kalian menjaga Al Qur'an, peliharalah itu. Hendaklah kalian senantiasa jujur, bahkan seandainya seseorang dari kalian membunuh seseorang, kemudian dia ditanya mengenai itu, maka hendaklah dia mengakuinya. Demi Allah, aku tidak pernah berdusta sekalipun sejak aku membaca Al Qur'an.

Abu Amr Al Auza'i

خَمْسٌ كَانَ عَلَيْهَا أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالتَّابِعُونَ بِإِحْسَانٍ: لُزُومُ الْجَمَاعَةِ، وَاتِّبَاعُ السُّنَّةِ، وَعِمَارَةُ الْمَسْجِدِ، وَتِلَاوَةُ الْقُرْآنِ، وَالْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ

125. Ada lima hal yang biasa dilakukan oleh para sahabat Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan, yaitu menetapi jama'ah, mengikuti As-Sunnah, memakmurkan masjid, membaca Al Qur'an, dan jihad di jalan Allah.

Dikuti dari kitab Hilyatul Auliya Wa Thabaqatul Ashfiya

M. Aang Sopyan Ansory

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (1)

Forum Huffazhil Quran Mengutuk Keras Terdakwa HW

SHAHIH BUKHARI - KITAB 1 PERMULAAN TURUNNYA WAHYU