Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (9)

Abdah bin Abu Lubabah

إِذَا خَتَمَ الرَّجُلُ الْقُرْآنَ بِنَهَارٍ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِذَا فَرَغَ مِنْهُ لَيْلًا صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ حَتَّى يُصْبِحَ

126. Apabila seseorang mengkhatamkan Al Qur'an di siang hari, maka para malaikat akan bershalawat untuknya hingga dia memasuki sore hari, dan apabila dia menyelesaikannya di malam hari, maka para malaikat akan bershalawat untuknya hingga dia memasuki pagi hari.

Fadhl Ar Raqasyi

مَا تَلَذَّذَ الْمُتَلَذِّذُونَ وَلَا اسْتَطَارَتْ قُلُوبُهُمْ بِشَيْءٍ كَحُسْنِ الصَّوْتِ بِالْقُرْآنِ، وَكُلُّ قَلْبٍ لَا يَجِبُ عَلَى حُسْنِ الصَّوْتِ بِالْقُرْآنِ فَهُوَ قَلْبٌ مَيِّتٌ، وَأَيُّ عَيْنٍ لَا تَهْمِلُ عَلَى حُسْنِ الصَّوْتِ إِلَّا عَيْنُ غَافِلٍ أَوْ لَاهٍ

127. Tidaklah orang-orang yang bersenang-senang menikmati kesenangan, dan tidaklah hati mereka melambung dengan sesuatu yang seperti indahnya suara bacaan Al Qur'an, serta setiap hati yang tidak menyukai indahnya suara bacaan Al Qur'an adalah hati yang mati. Tidak ada mata yang tidak terbuai oleh keindahan suara itu,kecuali mata orang yang lalai atau lengah.

Malik bin Anas

لَوْ كَانَ لِي سُلْطَانٌ عَلَى مَنْ يُفَسِّرُ الْقُرْآنَ لَضَرَبْتُ رَأْسَهُ

128. Seandainya aku mempunyai wewenang atas orang yang menafsirkan Al Qur'an, niscaya aku pukul kepalanya.

Sufyan Ats Tsaury

وَدِدْتُ أَنِّي حِينَ قَرَأْتُ الْقُرْآنَ وَقَفْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ أَتَجَاوَزْه إِلَى غَيْرِهِ

129. Sungguh aku ingin ketika aku membaca Al Qur'an, aku fokus padanya dan tidak memikirkan yang lainnya.

يَا مَعْشَرَ الْقُرَّاءِ ارْفَعُوا رُءُوسَكُمْ لَا تَزِيدُوا التَّخَشُّعَ عَلَى مَا فِي الْقَلْبِ فَقَدْ وَضَحَ الطَّرِيقُ فَاتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ وَلَا تَكُونُوا عِيَالًا عَلَى الْمُسْلِمِينَ

130. Wahai sekalian para qari, angkatlah kepala kalian, janganlah kalian berpura-pura khusyu' melebihi apa yang di dalam hati, karena jalan telah jelas, maka bertakwalah kepada Allah. Bersikap santunlah dalam mencari (harta), dan janganlah kalian menjadi beban bagikaum muslimin.

يَا حَمَلَةَ الْقُرْآنِ لَا تَتَعَجَّلُوا مَنْفَعَةَ الْقُرْآنِ وَإِذَا مَشَيْتُمْ إِلَى الطَّمَعِ فَامْشُوا رُوَيْدًا

131. Wahai para penghafal AI Qur'an, janganlah kalian tergesa-gesa dengan manfaat Al Qur'an, dan bila kalian berjalan kepada keinginan, maka berjalanlah perlahan-lahan.

انَ رَجُلٌ ضَرِيرٌ يُجَالِسُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيَّ , فَإِذَا كَانَ شَهْرُ رَمَضَانَ يَخْرُجُ إِلَى السَّوَادِ فَيصَلَّى بِالنَّاسِ فَيُكْسَى وَيُعْطَى , فَقَالَ سُفْيَانُ: " إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ أُثِيبَ أَهْلُ الْقُرْآنِ مِنْ قِرَاءَتِهِمْ وَيُقَالُ لِمِثْلِ هَذَا: قَدْ تَعَجَّلْتَ ثَوَابَكَ فِي الدُّنْيَا , فَقَالَ: يَا أَبَا عَبْدِ اللهِ , تَقُولُ لِي هَذَا وَأَنَا جَلِيسُكَ؟ قَالَ: أَخَافُ أَنْ يُقَالَ لِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ: كَانَ هَذَا جَلِيسَكَ , أَفَلَا نَصَحْتَهُ

132. Ada seorang pria buta yang merupakan teman Sufyan Ats-Tsauri. Apabila bulan Ramadhan tiba, dia pergi ke pedalaman untuk mengimami shalat penduduk di sana, sehingga dia pun diberi pakaian dan imbalan. Sufyan kemudian berkata, 'Pada Hari Kiamat kelak, orang-orang yang membaca Al Qur'an akan diberikan imbalan atas bacaannya. Namun akan dikatakan kepada orang ini, 'Engkau sudah mengambil imbalanmu di dunia'. Mendengar perkataan tersebut, orang itu berkata, 'Wahai Abu Abdullah, pantaskah engkau mengatakan ini padaku, padahal aku adalah temanmu?' Sufyan menanggapi, 'Justru aku katakan demikian karena aku takut pada Hari Kiamat nanti dikatakan padaku, "Orang ini adalah temanmu, mengapa engkau tidak menasihatinya'?"

ذَهَبَ التَّرَاحُمُ وَالتَّعَاطُفُ , قُرَّاءُ هَذَا الزَّمَانِ لَهُمْ شَرَهٌ لَيْسَ لَهُمْ تُقَى

133. Saling mengasihi dan menyayangi sudah tiada lagi. Para qari' pada masa sekarang ini serakah. Mereka tidak memiliki sifat takwa.

لَا تَصْلُحُ الْقِرَاءَةُ إِلَّا بِالزُّهْدِ , وَاغْبِطِ الْأَحْيَاءَ بِمَا تَغْبِطُ بِهِ الْأَمْوَاتَ , وَأَحِبَّ النَّاسَ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ , وَذِلَّ عِنْدَ الطَّاعَةِ , وَاسْتَعْصِ عِنْدَ الْمَعْصِيَةِ

134. Qira'ah tidak akan baik kecuali dengan sikap zuhud. Buat irilah orang-orang yang masih hidup, dengan sesuatu yang membuat iri orang-orang yang sudah wafat. Cintailah orang lain berdasarkan amalannya. Merasa hinalah ketika melakukan ketaatan dan merasa banyak maksiatlah ketika melakukan kemaksiatan.

لَا يَكُونُ لِلْقِرَاءَةِ مِلْحٌ حَتَّى يَكُونَ مَعَهَا زُهْدٌ

135. Qira'ah tidak akan mempunyai garam (tak akan sedap rasanya), sebelum diiringi dengan sikap zuhud.

لَا خَيْرَ فِي الْقَارِئِ يُعَظِّمُ أَهْلَ الدُّنْيَا

136. Tidak ada kebaikan pada qari yang mengagungkan dunia.

مَنْ لَمْ يَتَفَتَّ لَمْ يُحْسِنْ أَنْ يَتَقَرَّأَ

137. Siapa saja yang tidak membaca (Al Qur'an) dengan ghunnah, berarti dia tidak membaca(nya) dengan baik.

إِيَّاكُمْ وَصُحْبَةَ الْقُرَّاءِ , وَعَلَيْكُمْ بِصُحْبَةِ الْفِتْيَانِ

138. Janganlah kalian bersahabat dengan para qari', akantetapi, bersahabatlah kalian dengan para pemuda.

أُولَئِكَ فُسَّاقُ الْقُرَّاءِ , دَخَلُوا بَيْنَ اللهِ وَبَيْنَ الْمُرِيدِينَ

139. Mereka adalah para qari yang fasik. Mereka masuk di antara Allah dan orang-orang yang menghendaki-Nya.

سُئِلَ سُفْيَانُ وَأَنَا شَاهِدٌ: الْغَزْوُ أَحَبُّ أَوْ رَجُلٌ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ؟ قَالَ: رَجُلٌ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ

140. Sufyan ditanya dan aku (Abdul Hamid Al Hamani) menyaksikan, 'Apakah orang yang berperang yang lebih disukai ataukah orang yang membaca Al Qur'an?' Sufyan menjawab, 'Orang yang membaca Al Qur'an'.

أَفْضَلُ الذِّكْرِ تِلَاوَةُ الْقُرْآنِ فِي الصَّلَاةِ , ثُمَّ تِلَاوَةُ الْقُرْآنِ فِي غَيْرِ الصَّلَاةِ , ثُمَّ الصَّوْمُ , ثُمَّ الذِّكْرُ

141. Dzikir yang paling utama adalah membaca Al Qur'an di dalam shalat, lalu membaca Al Qur'an di luar shalat, lalupuasa, lalu berdzikir.

وَقَفَ فُضَيْلُ بْنُ عِيَاضٍ عَلَى رَأْسِ سُفْيَانَ، وَحَوْلَهُ جَمَاعَةٌ , فَقَالَ لَهُ: " يَا أَبَا مُحَمَّدٍ: {قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ} [يونس: 58] فَقَالَ لَهُ سُفْيَانُ: يَا أَبَا عَلِيٍّ , وَاللهِ لَا يَفْرَحُ أَبَدًا حَتَّى يَأْخُذَ دَوَاءَ الْقُرْآنِ فَيَضَعَهُ عَلَى دَاءِ قَلْبِهِ

142. Fudhail berdiri di dekat kepala Sufyan, saat disekelilingnya ada sejumlah orang. Fudhail kemudian berkata kepada Sufyan, 'Katakanlah (Muhammad), dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan. (Q.S. Yunus[10]: 31) Sufyan kemudian berkata kepadanya, 'Wahai Abu Ali, demi Allah, kita tidak akan gembira kecuali setelah mengambil penawar Al Qur'an dan meletakkannya di atas penyakit hati'.

Sufyan bin Uyainah

يَقُولُ فِي قَوْلِهِ " {أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا} [الرعد: 17] , قَالَ: أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ قُرْآنًا فَاحْتَمَلَهُ الرِّجَالُ بِعُقُولِهَا {كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جَفَاءً} [الرعد: 17] وَهُوَ قَوْلُ أَهْلِ الْبِدَعِ وَالْأَهْوَاءِ {وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ} [الرعد: 17] وَهُوَ الْحَلَالُ وَالْحَرَامُ

143. Beliau berkata mengenai firman Allah, "Allah telah menurunkan air (hujan) dan langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya" (Qs. Ar-Ra'd [13]: 17) dia berkata, "Maksudnya adalah, Allah menurunkan dari langit yakni Al Qur'an, kemudian diemban oleh orang-orang dengan akal-akal mereka"; "Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai suatu yang tak ada harganya'' (Qs. Ar-Ra'd [13]: 17) dia berkata, "Yaitu perkataan ahli bid'ah dan pengikut hawa nafsu."; "Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka dia tetap di bumi (Qs. Ar-Ra'd [13]: 17) dia berkata, "Yaitu perkara yang halal dan haram."

Dikutip dari Kitab Hilyatul Auliya Wa Thabaqatul Ashfiya

M. Aang Sopyan Ansory

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (1)

Forum Huffazhil Quran Mengutuk Keras Terdakwa HW

SHAHIH BUKHARI - KITAB 1 PERMULAAN TURUNNYA WAHYU