Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (7)

Aun bin Abdullah bin Utbah

إِلَهِي عَلَّمْتَنِي كِتَابَكَ الَّذِي أَنْزَلْتَهُ عَلَى رَسُولِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ وَقَعْتُ عَلَى مَعَاصِيكَ وَأَنْتَ تَرَانِي، فَمَنْ أَشْقَى مِنِّي إِذَا عَصَيْتُكَ وَأَنْتَ تَرَانِي، وَفِي كِتَابِكَ الْمُنَزَّلِ قَدْ نَهَيْتَنِي، إِلَهِي أَنَا إِذَا ذَكَرْتُ ذُنُوبِي وَمَعَاصِيَّ لَمْ تَقَرَّ عَيْنِي لِلَّذِي كَانَ مِنِّي، فَأَنَا تَائِبٌ إِلَيْكَ فَاقْبَلْ ذَلِكَ مِنِّي، وَلَا تَجْعَلْنِي لِنَارِ جَهَنَّمَ وَقُودًا بَعْدَ تَوْحِيدِي وَإِيمَانِي بِكَ. فَاغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ بِرَحْمَتِكَ، آمِينَ رَبَّ الْعَالَمِينَ

97. Tuhanku, Engkau telah mengajariku Kitab yang Engkau turunkan kepada rasul-Mu Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tetapi kemudian aku berbuat maksiat kepada-Mu padahal Engkau melihatku. Siapakah yang lebih sengsara dariku jika aku maksiat kepada-Mu sedangkan Engkau melihatku padahal dalam Kitab yang Engkau turunkan itu Engkau telah melarangku. Tuhanku, jika aku mengingat dosa-dosaku dan maksiat-maksiatku, maka hatiku tidak tenang dengan apa yang aku lakukan. Karena itu, aku bertaubat kepada-Mu, maka terimalah taubatku. Janganlah Engkau menjadikanku sebagai bahan bakar neraka Jahannam setelah aku bertauhid dan beriman kepada-Mu. Karena itu, ampunilah aku dan kedua orang tuaku serta semua orang muslim dengan rahmat-Mu. Amin, wahai Tuhan semesta alam.

Sa'id bin Jubair

إِنَّ الْخَشْيَةَ أَنْ تَخْشَى اللهَ تَعَالَى حَتَّى تَحُولَ خَشْيَتُكَ بَيْنَكَ وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ، فَتِلْكَ الْخَشْيَةُ، وَالذِّكْرُ طَاعَةُ اللهِ، فَمَنْ أَطَاعَ اللهَ فَقَدْ ذَكَرَهُ، وَمَنْ لَمْ يُطِعْهُ فَلَيْسَ بِذَاكِرٍ وَإِنْ أَكْثَرَ التَّسْبِيحَ وَقِرَاءَةَ الْقُرْآنِ

98. Rasa takut yang sebenarnya adalah engkau takut kepada Allah sehingga rasa takutmu itu menghalangimu untuk berbuat maksiat. Itulah takut yang benar. Dzikir adalah ketaatan kepada Allah. Barangsiapa yang menaati Allah, maka dia telah berdzikir kepada-Nya. Barangsiapa yang tidak menaati-Nya, maka dia bukan orang yang berdzikir meskipun dia banyak membaca tasbih dan membaca AlQur'an.

Asy Sya'bi


مَنْ كَذَبَ عَلَى الْقُرْآنِ فَقَدْ كَذَبَ عَلَى اللهِ

99. Barangsiapa yang berbohong atas nama Al Qur'an, maka dia telah berbohong atas nama Allah.

إِنَّ الَّذِي يُفَسِّرُ الْقُرْآنَ بِرَأْيهِ إِنَّمَا يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ

100. Sesungguhnya orang yang menafsirkan Al Qur'an dengan nalarnya itu tak ubahnya
meriwayatkannya dari Tuhannya.

Sulaiman Al A'masy


إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِالْعِلْمِ أَوْ بِالْقُرْآنِ أَقْوَامًا وَيضَعُ بِهِ آخَرِينَ، وَأَنَا مِمَّنْ يَرْفَعُنِي اللهُ بِهِ، لَوْلَا ذَلِكَ لَكَانَ عَلَى عُنُقِي دَنٌّ صِحْنًا أَطُوفُ بِهِ فِي سِكَكِ الْكُوفَةِ

101. Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat beberapa kaum karena ilmu atau Al Qur'an, dan menjatuhkan derajat kaum lainnya karena hal itu. Aku termasuk orang yang derajatku diangkat oleh Allah karena hal itu. Seandainya bukan karena hal itu, niscaya aku sedang memikul piring dan berjualan menyusuri lorong Kufah.

Amr bin Murrah


أَكْرَهُ أَنْ أَمُرَّ، بِمَثَلٍ فِي الْقُرْآنِ فَلَا أَعْرِفُهُ» لِأَنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُولُ: {وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ} [العنكبوت: 43]

102. Aku tidak suka membaca (ayat-ayat) perumpamaan dalam Al Qur'an tanpa memahaminya. Sebab Allah Ta'ala berfirman, 'Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang akan memahaminya kecuali mereka yang berilmu.' (Qs. Al Ankabuut [29]: 43).

Abu Idris Al Khaulani


إِنَّمَا الْقُرْآنُ آيَةٌ مُبَشِّرَةٌ وَآيَةٌ مُنْذِرَةٌ، وَآيَةٌ فَرِيضَةٌ، أَوْ قَصَصٌ، أَوْ أَخْبَارٌ، وَآيَةٌ تَأْمُرُكَ، وَآيَةٌ تَنْهَاكَ

103. Sesungguhnya Al Qur'an adalah ayat yang memberikan kabar gembira, ayat yang memberikan peringatan, ayat yang menetapkan kewajiban, atau kisah dan kabar, ayat yang memerintahkanmu dan ayat yang melarangmu.

Abdullah bin Muhairiz


إِنَّ الْعِلْمَ لَنْ يَذْهَبَ مَا دَامَ كِتَابُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

104. Sesungguhnya ilmu itu tidak akan hilang selama masih ada Kitabullah 'Azza Wa Jalla.

Abdullah bin Abu Zakariya


لَا أَقَلَّ مَا تَكَلَّمْتُ بِكَلِمَةٍ إِلَّا وَجَدْتُ لِذَنْبِ إِبْلِيسَ فِي صَدْرِي مَغْرِزًا، إِلَّا مَا كَانَ مِنْ كِتَابِ اللهِ فَإِنِّي لَمْ أَسْتَطِعْ أَنْ أَزِيدَ فِيهِ وَلَا أَنْقُصَ، وَمَا طَلَبْتُ تَعَلُّمَ الْكَلَامِ فَتَعَلَّمْتُ مَا أَرَدْتُ ثُمَّ طَلَبْتُ تَعَلُّمَ الصَّمْتِ فَوَجَدْتُهُ أَشَدَّ مِنْ تَعَلُّمِ الْعِلْمِ

105. Tidak sedikit apa yang telah aku ucapkan dengan satu kalimat melainkan aku mendapati dosa iblis ada dalam dadaku, kecuali apa yang datangnya dari Kitabullah, karena aku tidak dapat menambah dan mengurangi yang ada di dalamnya, dan aku tidak pernah mempelajari ilmu berbicara. Lalu aku mempelajari apa yang aku inginkan, kemudian aku belajar untuk berdiam, ternyata aku mendapati diam itu lebih sulit daripada mempelajari suatu ilmu.

Makhul Asy Syami


مَنْ لَمْ يَنْفَعْهُ عِلْمُهُ ضَرَّهُ جَهْلُهُ، اقْرَأِ الْقُرْآنَ مَا نَهَاكَ، فَإِذَا لَمْ يَنْهَكَ فَلَسْتَ تَقْرَؤُهُ

106. Barangsiapa yang ilmunya tidak bermanfaat untuk dirinya, maka kebodohannya akan berbahaya pada dirinya. Bacalah Al Qur'an, maka ia akan mencegahmu. Namun jika ia tidak dapat mencegahmu, berarti engkau belum membacanya.

'Atha bin Maisarah Al Khurasani


تَرَى هَذِهِ السَّاعَةَ مَا بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ، فَإِنَّهَا سَاعَةُ الْغَفْلَةِ، وَهِيَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ، وَمَنْ جَمَعَ الْقُرْآنَ فَقَرَأَهُ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَى آخِرِهِ فِي الصَّلَاةِ كَانَ فِي رِيَاضٍ الْجَنَّةِ

107. Engkau melihat waktu antara Magrib dan Isya ini, sesungguhnya waktu ini adalah waktu yang sering dilalaikan, dan waktu ini juga waktu untuk melakukan shalat awwabin. Barangsiapa yang menghapal Al Qur'an, lalu dia membacanya dari awal hingga akhir dalam shalat, maka dia akan berada di taman surga.

Bilal bin Sa'd


ثَلَاثٌ لَا يُقْبَلُ مَعَهُنَّ عَمَلٌ: الشِّرْكُ، وَالْكُفْرُ، وَالرَّأْيُ. قِيلَ: وَمَا الرَّأْيُ؟ قَالَ: يتْرُكُ كِتَابَ اللهِ، وَسُنَّةَ رَسُولِهِ، وَيعْمَلُ بِرَأْيهِ

108. Ada tiga perkara membuat amalan tidak diterima, yaitu syirik, kufur dan logika. Ada yang bertanya, Apa yang dimaksud logika itu? Dia menjawab, Meninggalkan Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya kemudian beramal berdasarkan logikanya sendiri.

رُبَّ مَسْرُورٍ مَغْبُونٍ، يَأْكُلُ وَيشْرَبُ وَيضْحَكُ وَقَدْ حَقَّ لَهُ فِي كِتَابِ اللهِ أَنَّهُ مِنْ وَقُودِ النَّارِ

109. Betapa banyak orang yang gembira, namun sebenarnya dia tertipu. Dia makan, minum, dan tertawa padahal dia sudah ditetapkan dalam kitab Allah termasuk dari bahan bakar neraka.

Umar bin Abdul Aziz


إِنِّي أُوصِيكَ بِوَصِيَّةٍ فَاحْفَظْهَا، إِيَّاكَ أَنْ تَخْلُوَ بِامْرَأَةٍ غَيْرِ ذَاتِ مَحْرَمٍ، وَإِنْ حَدَّثَتْكَ نَفْسُكَ أَنْ تَعَلِّمَهَا الْقُرْآنَ

110. Sesungguhnya aku akan memberimu wasiat, maka jagalah ia, Janganlah engkau berduaan dengan seorang wanita yang bukan mahram, walaupun jiwa membisikimu agar engkau mengajarinya Al Qur'an.

لِهَذَا اجْتَمَعْتُمْ؟ لِأَخَسِّ الْحَدِيثِ وَلِمَا يُورِثُ الضَّغَائِنَ إِذَا اجْتَمَعْتُمْ، فَأَفِيضُوا فِي كِتَابِ اللهِ تَعَالَى، فَإِنْ تَعَدَّيْتُمْ ذَلِكَ فَفِي السُّنَّةِ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَإِنْ تَعَدَّيْتُمْ ذَلِكَ فَعَلَيْكُمْ بِمَعَانِي الْحَدِيثِ

111. Apakah cuma karena ini kalian berkumpul, untuk membicarakan perkataan yang rendah (yaitu bergurau), dan juga karena perkataan yang mewariskan kedengkian jika kalian berkumpul. Berbicaralah tentang Kitab Allah, namun jika kalian sudah membicarakannya, maka tentang As-sunnah dari Rasulullah, jika kalian juga telah membicarakannya, maka tentang kandungan hadits.

أَلَا وَأَيُّ عَامِلٍ مِنْ عُمَّالِي رَغِبَ عَنِ الْحَقِّ وَلَمْ يَعْمَلْ بِالْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ، فَلَا طَاعَةَ لَهُ عَلَيْكُمْ، وَقَدْ صَيَّرْتُ أَمَرَهُ إِلَيْكُمْ، حَتَّى يُرَاجِعَ الْحَقَّ، وَهُوَ ذَمِيمٌ

112. Ketahuilah, petugas mana pun dari para petugasku yang tidak menyukai kebenaran dan tidak mengamalkan Al Kitab dan As-Sunnah, maka kalian tidak boleh menaatinya, dan aku menyerahkan urusannya kepada kalian agar dia kembali kepada kebenaran dalam keadaan tercela.

Dikutip dari Kitab Hilyatul Auliya Wa Thabaqatul Ashfiya

M. Aang Sopyan Ansory

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (1)

Forum Huffazhil Quran Mengutuk Keras Terdakwa HW

SHAHIH BUKHARI - KITAB 1 PERMULAAN TURUNNYA WAHYU