Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (3)
Al Hasan Al Bashri
خَرَجَ الْحَسَنُ مِنْ عِنْدِ ابْنِ هُبَيْرَةَ فَإِذَا هُوَ بِالْقُرَّاءِ عَلَى الْبَابِ فَقَالَ: «مَا يُجْلِسُكُمْ هَاهُنَا؟ تُرِيدُونَ الدُّخُولَ عَلَى هَؤُلَاءِ الْخُبَثَاءِ؟ أَمَا وَاللهِ مَا مُجَالَسَتُهُمْ بِمُجَالَسَةِ الْأَبْرَارِ، تَفَرَّقُوا فَرَّقَ اللهُ بَيْنَ أَرْوَاحِكُمْ، وَأَجْسَادِكُمْ قَدْ لَقَّحْتُمْ نِعَالَكُمْ، وَشَمَّرْتُمْ ثِيَابَكُمْ، وَجَزَزْتُمْ شُعُورَكُمْ، فَضَحْتُمُ الْقُرَّاءَ فَضَحَكُمُ اللهُ، وَأَمَا وَاللهِ لَوْ زَهَدْتُمْ فِيمَا عِنْدَهُمْ لَرَغِبُوا فِيمَا عِنْدَكُمْ، لَكِنَّكُمْ رَغِبْتُمْ فِيمَا عِنْدَهُمْ فَزَهِدُوا فِيمَا عِنْدَكُمْ، أَبْعَدَ اللهُ مَنْ أَبْعَدَ
38. Al Hasan keluar dari tempat Ibnu Hubairah (seorang menteri), Ialu ia mendapat para qurra' (pembaca Al Qur'an) di depan pintu istana, maka ia pun berkata, "Apa yang membuat kalian duduk di sini? Kalian ingin masuk kepada orang-orang yang buruk itu? Ketahuilah, demi Allah, tidaklah bergaul dengan mereka itu sebagai bergaul dengan orang-orang baik. Bubarlah kalian, jika tidak, maka Allah akan memisahkan ruh-ruh kalian dan jasad-jasad kalian. Kalian telah memupuk sandal-sandal kalian, menyingsingkan pakaian kalian dan memangkas rambut-rambut kalian. Kalian telah mempermalukan citra para pembaca Allah, maka Allah akan mempermalukan kalian. Sungguh, demi Allah, seandainya kalian zuhud terhadap apa yang ada pada mereka, niscaya mereka menginginkan apa yang ada pada kalian. Akan tetapi kalian menginginkan apa yang ada pada mereka sehingga mereka tidak menginginkan apa yang ada pada kalian. Allah menjauhkan siapa yang menjauhi.
إِنَّ الْمُؤْمِنِينَ قَوْمٌ أَوْثَقَهُمُ الْقُرْآنُ وَحَالَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ هَلَكَتِهِمْ إِنَّ الْمُؤْمِنَ أَسِيرٌ فِي الدُّنْيَا يَسْعَى فِي فِكَاكِ رَقَبَتِهِ لَا يَأْمَنُ شَيْئًا حَتَّى يَلْقَى اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَعْلَمُ أَنَّهُ مَأْخُوذٌ عَلَيْهِ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ
39. Sesungguhnya, orang-orang beriman adalah orang-orang yang diteguhkan oleh Al Qur'an, yang dihalangi antara mereka dan kebinasaan mereka. Sesungguhnya seorang mukmin adalah tawanan di dunia, ia selalu berusaha memerdekakan perbudakannya tanpa merasa aman hingga ia berjumpa dengan Allah & ia tahu bahwa kelak akan diperhitungkan atasnya dari semua itu.
إِنَّ الْمُؤْمِنِينَ شُهُودُ اللهِ فِي الْأَرْضِ يَعْرِضُونَ أَعْمَالَ بَنِي آدَمَ عَلَى كِتَابِ اللهِ فَمَنْ وَافَقَ كِتَابَ اللهِ حَمِدَ اللهَ عَلَيْهِ وَمَنْ خَالَفَ كِتَابَ اللهِ عَرَفُوا أَنَّهُ مُخَالِفٌ لِكِتَابِ اللهِ وَعَرَفُوا بِالْقُرْآنِ ضَلَالَةَ مَنْ ضَلَّ مِنَ الْخَلْقِ
40. Sesungguhnya orang-orang beriman adalah para saksi Allah dibumi. Amal-amal anak Adam akan ditampakkan pada Kitabullah, lalu barangsiapa yang amalnya sesuai dengan Kitabullah maka ia akan memuji Allah atas hal itu, dan barangsiapa yang menyelisihi Kitabullah, tahulah mereka bahwa ia menyelisihi Kitabullah. Dan dengan Al Qur'an mereka tahu kesesatan para makhluk.
تَفَقَّدُوا الْحَلَاوَةَ فِي ثَلَاثٍ: فِي الصَّلَاةِ، وَفَى الْقُرْآنِ، وَفَى الذِّكْرِ، فَإِنْ وَجَدْتُمُوهَا فَامْضُوا وَأَبْشِرُوا، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوهَا فَاعْلَمْ أَنَّ بَابَكَ مُغْلَقٌ
41. Carilah rasa manis di dalam tiga hal di dalam shalat, di dalam membaca Al Qur'an, dan di dalam dzikir. Jika kalian menemukannya, maka lanjutkanlah dan bergembiralah kalian, dan jika kalian tidak menemukannya, maka ketahuilah, bahwa pintumu telah tertutup.
أَمْسَكَ عَلَيْكُمْ دِينُكُمْ أَخْلَاقَ الْقُرْآنِ
42. Pegang eratlah agama kalian, yakni akhlak Al Qur'an.
قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي الدَّارِمِيِّ : سَأَلْتُ الْحَسَنَ عَنْ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالْقِرَاءَةِ بِاللَّيْلِ فَقَالَ: لَا بَأْسَ بِهِ مَا لَمْ يخَالِطْهُ رِيَاءٌ
43. Muhammad bin Abu Ad-Darimi berkata: Aku bertanya kepada Al Hasan tentang mengangkat suara dengan membaca Al Qur'an pada malam hari, maka dia berkata, 'Tidak mengapa dengan hal itu selama tidak disusupi oleh riya'.
Sa'id bin Al Musayyib
لَا تَقُولُوا: مُصَيْحِفٌ وَلَا مُسَيْجِدٌ مَا كَانَ للَّهِ فَهُوَ عَظِيمٌ حَسَنٌ جَمِيلٌ
44. Janganlah kalian mengatakan: mushaf kecil, jangan pula: masjid kecil. Apa yang milik Allah adalah agung, baik dan indah.
Mutharrif bin Abdullah
إِنِّي لَأَسْتَلْقِي مِنَ اللَّيْلِ عَلَى فِرَاشِي فَأَتَدَبَّرُ الْقُرْآنَ وَأَعْرِضُ عَمَلِي عَلَى عَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَإِذَا أَعْمَالُهُمْ شَدِيدَةٌ {كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ} [الذاريات: 17]، {يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا} [الفرقان: 64]، {أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ} [الزمر: 9] آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا، فَلَا أُرَانِي فِيهِمْ فَأَعْرِضُ نَفْسِي عَلَى هَذِهِ الْآيَةِ: {مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ} [المدثر: 42] فَأَرَى الْقَوْمَ مُكَذِّبِينَ وَأَمُرُّ بِهَذِهِ الْآيَةِ: {وَآخَرُونَ اعْتَرَفُوا بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا عَمَلًا صَالِحًا وَآخَرَ سَيِّئًا} [التوبة: 102] فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا وَأَنْتُمْ يَا إِخْوَتَاهُ مِنْهُمْ
45. Sesungguhnya aku sedang berbaring di atas tempat tidur kudi malam, lalu aku menghayati Al Qur'an dan membandingkan amalku dengan amal para ahli surga. Ternyata amalan-amalan mereka sangatlah hebat. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.(Qs. Adz-Dzaariyaat [51]: 17), Melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. (Qs. Al Furqaan [25]:64), Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri.(Qs. Az-Zumar [39]: 9). Maka aku merasa tidak termasuk golongan mereka, maka aku pun memalingkan diriku dari ayat ini. Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?' (Qs. Al Muddatstsir[74]: 42), lalu aku melihat kaum-kaum yang mendustakan. Lalu aku melewati ayat ini: Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa dosa mereka, mereka mencampur baurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk (Qs. At-Taubah [9]:102). Maka aku berharap, bahwa aku dan juga kalian, wahai saudara-saudara, termasuk mereka.
Abul Aliyah
تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ فَإِذَا تَعَلَّمْتُمُوهُ فَلَا تَرْغَبُوا عَنْهُ وَإِيَّاكُمْ وَهَذِهِ الْأَهْوَاءَ؛ فَإِنَّهَا تُوقِعُ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ وَعَلَيْكُمْ بِالْأَمْرِ الْأَوَّلِ الَّذِي كَانُوا عَلَيْهِ قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقُوا فَإِنَّا قَدْ قَرَأْنَا الْقُرْآنَ قَبْلَ أَنْ يُقْتَلَ صَاحِبُهُمْ يَعْنِي عُثْمَانَ بِخَمْسَ عَشْرَةَ سَنَةً
46. Pelajarilah Al Qur'an, lalu setelah kalian mempelajarinya, maka janganlah membencinya. Dan hendaklah kalian menjauhi nafsu-nafsu ini, karena sesungguhnya itu melahirkan kebencian dan permusuhan di antara kalian. Dan hendaklah kalian mengikuti perkara pertama yang dahulu mereka berada di atasnya sebelum berpecah belah. Karena sesungguhnya kami telah membaca Al Qur'an lima belas tahun sebelum dibunuhnya sahabat mereka -yakni Utsman-.
تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ خَمْسَ آيَاتٍ خَمْسَ آيَاتٍ؛ فَإِنَّهُ أَحْفَظُ لَكُمْ فَإِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ يَنْزِلُ بِهِ خَمْسَ آيَاتٍ خَمْسَ آيَاتٍ
47. Pelajarilah AI Qur'an lima ayat-lima ayat, karena sesungguhnya itu lebih terpelihara bagi kalian. Karena Jibril a.s menurunkan lima ayat-lima ayat.
فِي قَوْلِهِ تَعَالَى: {وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا} [البقرة: 41] قَالَ: " لَا تَأْخُذْ عَلَى مَا عَلَّمْتَ أَجْرًا فَإِنَّمَا أَجْرُ الْعُلَمَاءِ وَالْحُكَمَاءِ وَالْحُلَمَاءِ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَهُمْ يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ: يَا ابْنَ آدَمَ عَلِّمْ مَجَّانًا كَمَا عُلِّمْتَ مَجَّانًا
48. Mengenai firman Allah: 'Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah' (Qs. AlBaqarah [2]: 47), ia berkata, "Janganlah engkau mengambil upahatas apa yang engkau ajarkan, karena upah para ulama, orang-orang bijak dan orang-orang santun adalah tanggungan Allah. Dan mereka mendapatinya tertulis pada mereka di dalam Taurat: Wahai anak Adam, ajarkanlah dengan gratis sebagaimana engkau diajari dengan gratis.
Abu Imran Al Jauni
وَاللهِ لَقَدْ صَرَفَ إِلَيْنَا رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مَا لَوْ صَرَفَهُ إِلَى الْجِبَالِ لَحَتَّهَا وَحَنَاهَا
Malik bin Dinar
إِنَّ مِنَ الْقُرَّاءِ قُرَّاءً ذَا الْوَجْهَيْنِ إِذَا لَقُوا الْمُلُوكَ دَخَلُوا مَعَهُمْ فِيمَا هُمْ فِيهِ وَإِذَا لَقُوا أَهْلَ الْآخِرَةِ دَخَلُوا مَعَهُمْ فِيمَا هُمْ فِيهِ فَكُونُوا مِنْ قُرَّاءِ الرَّحْمَنِ
50. Sesungguhnya di antara para pembaca Al Qur'an, ada para pembaca Al Qur'an yang berwajah dua. Apabila mereka bertemu para raja, mereka masuk bersama para raja itu pada apa yang mereka berada di dalamnya. Dan apabila mereka bertemu dengan para ahli akhirat, mereka masuk bersama para ahli akhirat pada apa yang mereka berada di dalamnya, sehingga dengan begitu mereka menjadi para pembacanya Dzat Yang Maha pemurah.
الْقُرَّاءُ ثَلَاثَةٌ فَقَارِئٌ لِلرَّحْمَنِ وَقَارِئٌ لِلدُّنْيَا وَقَارِئٌ لِلْمُلُوكِ
51. Para pembaca Al Qur'an ada tiga macam: Pembacanya Dzat Yang Maha Pemurah; Pembacanya dunia; dan Pembacanya para raja.
كَانَ مَالِكُ بْنُ دِينَارٍ مِنْ أَحْفَظِ النَّاسِ لِلْقُرْآنِ وَكَانَ يَقْرَأُ عَلَيْنَا كُلَّ يَوْمٍ جُزْءًا مِنَ الْقُرْآنِ حَتَّى خَتَمَ فَإِنْ أَسْقَطَ حَرْفًا قَالَ: بِذَنْبٍ مِنِّي وَمَا اللهُ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ
52. Malik bin Dinar termasuk manusia yang paling hafal Al Qur'an. Setiap hari dia membacakan kepada murid-muridnya satu juz dari Al Qur'an hingga khatam. Jika ada huruf yang terlewatkan, maka dia berkata, itu karena dosa dariku, dan Allah tidaklah menzhalimi hamba-Nya
Dikutip dari Kitab Hilyatul Auliya Wa Thabaqatul Ashfiya
M. Aang Sopyan Ansory, S.Pd.I
Komentar
Posting Komentar