Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (2)
Mu'adz bin Jabal r.a
يَا مَعَاشِرَ الْعَرَبِ، كَيْفَ تَصْنَعُونَ بِثَلَاثٍ: دُنْيَا تَقْطَعُ أَعْنَاقَكُمْ، وَزَلَّةِ عَالِمٍ، وَجِدَالِ مُنَافِقٍ بِالْقُرْآنِ، أَمَّا الْعَالِمُ فَإِنِ اهْتَدَى فَلَا تُقَلِّدُوهُ دِينَكُمْ، وَإِنْ فُتِنَ فَلَا تَقْطَعُوا مِنْهُ آمَالَكُمْ، فَإِنَّ الْمُؤْمِنَ يُفْتَنُ ثُمَّ يَتُوبُ، وَأَمَّا الْقُرْآنُ فَمَنَارٌ كَمَنَارِ الطَّرِيقِ، لَا يَخْفَى عَلَى أَحَدٍ، فَمَا عَرَفْتُمْ مِنْهُ فَلَا تَسْأَلُوا عَنْهُ أَحَدًا، وَمَا شَكَكْتُمْ فِيهِ فَكِلُوهُ إِلَى عَالِمِهِ - أَوْ كِلُوا عِلْمَهُ إِلَى اللهِ تَعَالَى - وَأَمَّا الدُّنْيَا فَمَنْ جَعَلَ اللهَ الْغَنِيَ فِي قَلْبِهِ فَقَدْ أَفْلَحَ، وَمَنْ لَا فَلَيْسَ بِنَافِعَةٍ دُنْيَاهُ
25. Wahai bangsa Arab, apa yang akan kalian lakukan terhadap tiga perkara ini; dunia yang memenggal leher kalian, orang alim yang melakukan kesalahan, dan orang munafik yang membantah Al Qur'an? "Orang alim (yang melakukan kesalahan), jika dia telah mendapatkan petunjuk, maka janganlah kalian mengikutinya dalam urusan agama kalian. Tapi jika dia terus terkena fitnah, maka janganlah kalian memutus harapan kalian terhadap (pertobatan)nya. Sebab ada kalanya seorang mukmin itu terfitnah, kemudian mendapatkan petunjuk. Sementara Al Qur'an, ia adalah sumber cahaya seperti lampu yang menerangi jalan. Hal itu tidak samar bagi siapa pun. Oleh karena itu, apapun yang sudah kalian ketahui darinya, maka janganlah kalian tanyakan kepada orang lain. Sedangkan apa yang kalian masih ragukan, serahkanlah kepada yang mengetahuinya. Atau serahkanlah hakikatnya kepada Allah. Sementara mengenai dunia, maka barangsiapa yang hatinya Allah jadikan merasa cukup, maka dia beruntung. Sedangkan yang tidak demikian, maka dunianya tidak akan bermanfaat baginya."
Ubay bin Ka'ab r.a
26. Jadikanlah Kitab Allah sebagai imam, dan 'ridhailah dia sebagai hakim. Karena Kitab Allah-lah yang menjadikan Rasul kalian sebagai khalifah di tengah kalian.Al Qur'an itu pemberi syafa'at yang ditaati dan saksi yang tidak dicurigai. Di dalamnya terkandung keterangan tentang kalian, keterangan tentang umat-umat sebelum kalian, hukum di antara kalian, serta berita kalian dan berita umat-umat sesudah kalian.
Abu Musa Al Asy'ary r.a
27. Kalian adalah para ahli qira'ah di negeri ini. Janganlah kalian termakan oleh zaman lalu hati kalian menjadi keras seperti kerasnya hati para ahli kitab.
28. Sesungguhnya Al Qur'an ini bisa menjadi pahala bagi kalian, dan juga bisa menjadi dosa bagi kalian. Karena itu, ikutilah Al Qur'an dan jangan sampai Al Qur'an mengikuti kalian. Karena barangsiapa yang mengikuti Al Qur'an, maka Al Qur'an akan membawanya ke taman-teman surga. Dan barangsiapa yang diikuti Al Qur'an, maka Al Qur'an itu akan mencengkeram tengkuknya lalu melemparnya ke neraka.
Hudzaifal Al Yamani r.a
29. Wahai para ahli qira'ah, tempuhlah jalan ini! Jika kalian menempuhnya, maka kalian akan mendahului golongan lain dengan jarak yang jauh. Dan jika kalian berbelok ke kanan dan kiri, maka kalian akan tersesat sejauh-jauhnya.
Abdullah bin Zubair r.a
30. Sesungguhnya orang yang bertakwa itu memiliki tanda-tanda. Dengan tanda-tanda itulah mereka dikenali, dan mereka mengetahuinya dari diri mereka, yaitu sabar terhadap ujian, ridha terhadap qadha, syukur terhadap nikmat, tunduk kepada hukum Al Qur'an.
Abu Hurairah r.a
31. Apabila kalian telah memperindah masjid-masjid kalian dan menghiasi mushaf-mushaf kalian, maka kehancuran akan menimpa kalian.
32. Apabila kalian telah melihat enam perkara, saat nyawa salah seorang di antara kalian ada di tangannya, maka hendaklah dia melepaskan nyawanya. Karena itu, aku berangan-angan mati karena takut menjumpai zaman itu. Itu adalah zaman ketika orang-orang bodoh dijadikan pemimpin, hukum dijualbelikan, darah disepelekan, hubungan rahim diputus, banyaknya polisi dan muncul generasi yang menjadikan Al Qur'an sebagai senandung.
Abdullah bin Abbas r.a
مَنْ تَعَلَّمَ كِتَابَ اللَّهِ ثُمَّ اتَّبَعَ مَا فِيهِ هَدَاهُ اللَّهُ مِنَ الضَّلَالَةِ فِي الدُّنْيَا، وَوَقَاهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سُوءَ الْحِسَابِ، ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ: {فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى} [طه: 123]
Amir bin Abdullah bin Abdu Qais
Abu Yazid Ar-Rabi' bin Khutsaim
35. Sedikitkanlah perkataan kecuali sembilan hal: Tasbih, takbir, tahlil, tasbih, memohon kebaikan, memohon perlindungan dari keburukan, menyuruh kepada kebajikan, mencegah kemungkaran dan membaca Al Qur'an.
Al Hasan Al Bashri
36. Demi Allah, tidaklah beriman seorang mukmin dengan Al Qur'an ini kecuali ia bersedih dan layu. Jika tidak, maka ia lelah. Jika tidak, maka ia luluh. Dan jika tidak, maka ia letih.
37. Demi Allah wahai anak Adam, jika engkau membaca Al Qur'an kemudian mengimaninya, niscaya akan panjang kesedihanmu di dunia, akan mencekam rasa takutmu di dunia, danakan banyak tangisanmu di dunia.
Dikutip dari kitab Hilyatul Auliya Wa Thabaqatul Ashfiya
M. Aang Sopyan Ansory, S.Pd.I
Komentar
Posting Komentar