Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (2)

Mu'adz bin Jabal r.a

إِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ فِتَنًا يَكْثُرُ فِيهَا الْمَالُ، وَيُفْتَتَحُ الْقُرْآنُ حَتَّى يَقْرَأَهُ الْمُؤْمِنُ وَالْمُنَافِقُ، وَالصَّغِيرُ وَالْكَبِيرُ، وَالْأَحْمَرُ وَالْأَسْوَدُ، فَيُوشِكُ قَائِلٌ يَقُولُ: مَا لِي أَقْرَأُ عَلَى النَّاسِ الْقُرْآنَ فَلَا يَتَّبِعُونِي عَلَيْهِ، فَمَا أَظُنُّهُمْ يَتَّبِعُونِي عَلَيْهِ حَتَّى أَبْتَدِعَ لَهُمْ غَيْرَهُ. إِيَّاكُمْ إِيَّاكُمْ مَا ابْتَدَعَ، فَإِنَّ مَا ابْتَدَعَ ضَلَالَةٌ، وَأُحَذِّرُكُمْ زَيْغَةَ الْحَكِيمِ؛ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَقُولُ فِي الْحَكِيمِ كَلِمَةَ الضَّلَالَةِ، وَقَدْ يَقُولُ الْمُنَافِقُ كَلِمَةَ الْحَقِّ، فَاقْبَلُوا الْحَقَّ فَإِنَّ عَلَى الْحَقِّ نُورًا

24. Sesungguhnya di belakang kalian ada banyak fitnah yang di dalamnya berlimpah harta benda. AI Qur'an akan tersebar luas hingga dibaca oleh orang mukmin dan orang munafik, anak kecil dan orang besar, orang yang berkulit merah dan yang berkulit hitam. Tidak lama lagi ada orang yang berkata, 'Mengapa aku membacakan Al Qur'an pada manusia tetapi mereka tidak mengikutiku? Dan aku tidak mengira mereka akan mengikutiku hingga aku mengadakan sesuatu yang baru (bid'ah) bagi mereka'. Sekali-kali janganlah kalian mengikuti apa yang dia ada-adakan itu. Sesungguhnya apa yang dia ada-adakan itu adalah sesat. Dan aku mengingatkan kalian akan tergelincirnya orang yang bijak, karena syetan mengucapkan kalimat yang sesat melalui lidah orang yang bijak. Dan terkadang orang munafik itu mengucapkan kalimat kebenaran. Karena itu, terimalah kebenaran karena pada kebenaran itu ada cahaya.

يَا مَعَاشِرَ الْعَرَبِ، كَيْفَ تَصْنَعُونَ بِثَلَاثٍ: دُنْيَا تَقْطَعُ أَعْنَاقَكُمْ، وَزَلَّةِ عَالِمٍ، وَجِدَالِ مُنَافِقٍ بِالْقُرْآنِ، أَمَّا الْعَالِمُ فَإِنِ اهْتَدَى فَلَا تُقَلِّدُوهُ دِينَكُمْ، وَإِنْ فُتِنَ فَلَا تَقْطَعُوا مِنْهُ آمَالَكُمْ، فَإِنَّ الْمُؤْمِنَ يُفْتَنُ ثُمَّ يَتُوبُ، وَأَمَّا الْقُرْآنُ فَمَنَارٌ كَمَنَارِ الطَّرِيقِ، لَا يَخْفَى عَلَى أَحَدٍ، فَمَا عَرَفْتُمْ مِنْهُ فَلَا تَسْأَلُوا عَنْهُ أَحَدًا، وَمَا شَكَكْتُمْ فِيهِ فَكِلُوهُ إِلَى عَالِمِهِ - أَوْ كِلُوا عِلْمَهُ إِلَى اللهِ تَعَالَى - وَأَمَّا الدُّنْيَا فَمَنْ جَعَلَ اللهَ الْغَنِيَ فِي قَلْبِهِ فَقَدْ أَفْلَحَ، وَمَنْ لَا فَلَيْسَ بِنَافِعَةٍ دُنْيَاهُ

25. Wahai bangsa Arab, apa yang akan kalian lakukan terhadap tiga perkara ini; dunia yang memenggal leher kalian, orang alim yang melakukan kesalahan, dan orang munafik yang membantah Al Qur'an? "Orang alim (yang melakukan kesalahan), jika dia telah mendapatkan petunjuk, maka janganlah kalian mengikutinya dalam urusan agama kalian. Tapi jika dia terus terkena fitnah, maka janganlah kalian memutus harapan kalian terhadap (pertobatan)nya. Sebab ada kalanya seorang mukmin itu terfitnah, kemudian mendapatkan petunjuk. Sementara Al Qur'an, ia adalah sumber cahaya seperti lampu yang menerangi jalan. Hal itu tidak samar bagi siapa pun. Oleh karena itu, apapun yang sudah kalian ketahui darinya, maka janganlah kalian tanyakan kepada orang lain. Sedangkan apa yang kalian masih ragukan, serahkanlah kepada yang mengetahuinya. Atau serahkanlah hakikatnya kepada Allah. Sementara mengenai dunia, maka barangsiapa yang hatinya Allah jadikan merasa cukup, maka dia beruntung. Sedangkan yang tidak demikian, maka dunianya tidak akan bermanfaat baginya."

Ubay bin Ka'ab r.a

اتَّخِذْ كِتَابَ اللهِ إِمَامًا، وَارْضَ بِهِ قَاضِيًا وَحَكَمًا، فَإِنَّهُ الَّذِي اسْتَخْلَفَ فِيكُمْ رَسُولَكُمْ، شَفِيعٌ مُطَاعٌ، وَشَاهِدٌ لَا يُتَّهَمُ، فِيهِ ذِكْرُكُمْ وَذِكْرُ مَنْ قَبْلَكُمْ، وَحُكْمُ مَا بَيْنَكُمْ، وَخَبَرَكُمْ وَخَبَرُ مَا بَعْدَكُمْ

26. Jadikanlah Kitab Allah sebagai imam, dan 'ridhailah dia sebagai hakim. Karena Kitab Allah-lah yang menjadikan Rasul kalian sebagai khalifah di tengah kalian.Al Qur'an itu pemberi syafa'at yang ditaati dan saksi yang tidak dicurigai. Di dalamnya terkandung keterangan tentang kalian, keterangan tentang umat-umat sebelum kalian, hukum di antara kalian, serta berita kalian dan berita umat-umat sesudah kalian.

Abu Musa Al Asy'ary r.a

أَنْتُمْ قُرَّاءُ أَهْلِ الْبَلَدِ، فَلَا يَطُولَنَّ عَلَيْكُمُ الْأَمَدُ فَتَقْسُوَ قُلُوبُكُمْ كَمَا قَسَتْ قُلُوبُ أَهْلِ الْكِتَابِ

27. Kalian adalah para ahli qira'ah di negeri ini. Janganlah kalian termakan oleh zaman lalu hati kalian menjadi keras seperti kerasnya hati para ahli kitab.

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ كَائِنٌ لَكُمْ أَجْرًا، وَكَائِنٌ عَلَيْكُمْ وِزْرًا، فَاتَّبِعُوا الْقُرْآنَ وَلَا يَتَّبِعَنَّكُمُ الْقُرْآنُ، فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ الْقُرْآنَ هَبَطَ بِهِ عَلَى رِيَاضِ الْجَنَّةِ، وَمَنْ تَبِعَهُ الْقُرْآنُ زَخَّ فِي قَفَاهُ فَقَذَفَهُ فِي النَّارِ

28. Sesungguhnya Al Qur'an ini bisa menjadi pahala bagi kalian, dan juga bisa menjadi dosa bagi kalian. Karena itu, ikutilah Al Qur'an dan jangan sampai Al Qur'an mengikuti kalian. Karena barangsiapa yang mengikuti Al Qur'an, maka Al Qur'an akan membawanya ke taman-teman surga. Dan barangsiapa yang diikuti Al Qur'an, maka Al Qur'an itu akan mencengkeram tengkuknya lalu melemparnya ke neraka.

Hudzaifal Al Yamani r.a

يَا مَعْشَرَ الْقُرَّاءِ، اسْلُكُوا الطَّرِيقَ، فَلَئِنْ سَلَكْتُمُوهُ لَقَدْ سَبَقْتُمْ سَبْقًا بَعِيدًا، وَلَئِنْ أَخَذْتُمْ يَمِينًا وَشِمَالًا لَقَدْ ضَلَلْتُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

29. Wahai para ahli qira'ah, tempuhlah jalan ini! Jika kalian menempuhnya, maka kalian akan mendahului golongan lain dengan jarak yang jauh. Dan jika kalian berbelok ke kanan dan kiri, maka kalian akan tersesat sejauh-jauhnya.

Abdullah bin Zubair r.a

إِنَّ لِأَهْلِ التَّقْوَى عَلَامَاتٍ يُعْرَفُونَ بِهَا، وَيَعْرِفُونَهَا مِنْ أَنْفُسِهِمْ، مِنْ صَبْرٍ عَلَى الْبَلَاءِ، وَرِضًى بِالْقَضَاءِ، وَشُكْرِ النَّعْمَاءِ، وَذُلٍّ لِحُكْمِ الْقُرْآنِ

30. Sesungguhnya orang yang bertakwa itu memiliki tanda-tanda. Dengan tanda-tanda itulah mereka dikenali, dan mereka mengetahuinya dari diri mereka, yaitu sabar terhadap ujian, ridha terhadap qadha, syukur terhadap nikmat, tunduk kepada hukum Al Qur'an.

Abu Hurairah r.a

إِذَا زَوَّقْتُمْ مَسَاجِدَكُمْ، وَحَلَّيْتُمْ مَصَاحِفَكُمْ، فَالدَّمَارُ عَلَيْكُمْ

31. Apabila kalian telah memperindah masjid-masjid kalian dan menghiasi mushaf-mushaf kalian, maka kehancuran akan menimpa kalian.

إِذَا رَأَيْتُمْ سِتًّا، فَإِنْ كَانَتْ نَفْسُ أَحَدِكُمْ فِي يَدِهِ فَلْيُرْسِلْهَا، فَلِذَلِكَ أَتَمَنَّى الْمَوْتَ أَخَافُ أَنْ تُدْرِكَنِي: إِذَا أُمِّرَتِ السُّفَهَاءُ، وَبِيعَ الْحُكْمُ، وَتُهُوِّنَ بِالدَّمِ، وَقُطِّعَتِ الْأَرْحَامُ، وَقَطَعَتِ الْجَلَاوِزَةُ، وَنَشَأَ نَشْءٌ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ

32. Apabila kalian telah melihat enam perkara, saat nyawa salah seorang di antara kalian ada di tangannya, maka hendaklah dia melepaskan nyawanya. Karena itu, aku berangan-angan mati karena takut menjumpai zaman itu. Itu adalah zaman ketika orang-orang bodoh dijadikan pemimpin, hukum dijualbelikan, darah disepelekan, hubungan rahim diputus, banyaknya polisi dan muncul generasi yang menjadikan Al Qur'an sebagai senandung.

Abdullah bin Abbas r.a

مَنْ تَعَلَّمَ كِتَابَ اللَّهِ ثُمَّ اتَّبَعَ مَا فِيهِ هَدَاهُ اللَّهُ مِنَ الضَّلَالَةِ فِي الدُّنْيَا، وَوَقَاهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سُوءَ الْحِسَابِ، ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ: {فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى} [طه: 123]

33. Siapa yang mempelajari Kitabullah kemudian dia mengikuti apa yang ada di dalamnya maka Allah telah memberinya petunjuk dari jalan kesesatan di dunia dan Allah akan menyelamatkannya dari buruknya perhitungan pada Hari Kiamat. Kemudian Ibnu Abbas membaca ayat ini, "Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barang siapa yang mengikuti petunjuk dari-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka." (Qs. Thahaa [2O]: 123)

Amir bin Abdullah bin Abdu Qais

تَعَزِّي عَنِ الدُّنْيَا بِالْقُرْآنِ؛ فَإِنَّهُ مَنْ لَمْ يَتَعَزَّ بِالْقُرْآنِ عَنِ الدُّنْيَا تَقَطَّعَتْ نَفْسُهُ عَلَى الدُّنْيَا حَسَرَاتٍ

34. Merasa terhiburlah dengan Al Qur'an sehingga tidak memerlukan dunia, karena sesungguhnya barangsiapa yang tidak merasa terhibur dengan Al Qur'an sehingga memerlukan dunia, maka jiwanya telah terpotong-potong pada dunia dengan banyak penyesalan.

Abu Yazid Ar-Rabi' bin Khutsaim

أَقِلُّوا الْكَلَامَ إِلَّا بِتِسْعٍ: تَسْبِيحٍ وَتَكْبِيرٍ وَتَهْلِيلٍ وَتَحْمِيدٍ وَسُؤَالِكَ الْخَيْرَ وَتَعَوُّذِكَ مِنَ الشَّرِّ وَأَمْرِكَ بِالْمَعْرُوفِ وَنَهْيِكَ عَنِ الْمُنْكَرِ، وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ

35. Sedikitkanlah perkataan kecuali sembilan hal: Tasbih, takbir, tahlil, tasbih, memohon kebaikan, memohon perlindungan dari keburukan, menyuruh kepada kebajikan, mencegah kemungkaran dan membaca Al Qur'an.

Al Hasan Al Bashri

وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ بِهَذَا الْقُرْآنِ إِلَّا حَزِنَ وَذَبُلَ وَإِلَّا نَصِبَ وَإِلَّا ذَابَ وَإِلَّا تَعِبَ

36. Demi Allah, tidaklah beriman seorang mukmin dengan Al Qur'an ini kecuali ia bersedih dan layu. Jika tidak, maka ia lelah. Jika tidak, maka ia luluh. Dan jika tidak, maka ia letih.

وَاللهِ يَا ابْنَ آدَمَ لَئِنْ قَرَأْتَ الْقُرْآنَ ثُمَّ آمَنْتَ بِهِ لَيَطُولَنَّ فِي الدُّنْيَا حُزْنُكِ وَلَيَشْتَدَّنُّ فِي الدُّنْيَا خَوْفُكَ وَلَيَكْثُرَنَّ فِي الدُّنْيَا بُكَاؤُكَ

37. Demi Allah wahai anak Adam, jika engkau membaca Al Qur'an kemudian mengimaninya, niscaya akan panjang kesedihanmu di dunia, akan mencekam rasa takutmu di dunia, danakan banyak tangisanmu di dunia.

Dikutip dari kitab Hilyatul Auliya Wa Thabaqatul Ashfiya

M. Aang Sopyan Ansory, S.Pd.I

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (1)

Forum Huffazhil Quran Mengutuk Keras Terdakwa HW

SHAHIH BUKHARI - KITAB 1 PERMULAAN TURUNNYA WAHYU