Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (5)

Syumaith bin Ajlan

يَعْمِدُ أَحَدُهُمْ فَيَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَطْلُبُ الْعِلْمَ، حَتَّى إِذَا عَلِمَهُ أَخَذَ الدُّنْيَا فَضَمَّهَا إِلَى صَدْرِهِ، وَحَمَلَهَا عَلَى رَأْسِهِ، فَنَظَرَ إِلَيْهِ ثَلَاثَةٌ ضُعَفَاءُ: امْرَأَةٌ ضَعِيفَةٌ، وَأَعْرَابِيٌّ جَاهِلٌ، وَأَعْجَمِيٌّ، فَقَالُوا: هَذَا أَعْلَمُ بِاللهِ مِنَّا، لَوْ لَمْ يَرَ فِي الدُّنْيَا ذَخِيرَةً مَا فَعَلَ هَذَا، فَرَغِبُوا فِي الدُّنْيَا وَجَمَعُوهَا. وَكَانَ أَبِي يَقُولُ: فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الَّذِي قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ} [النحل: 25]

69. Diantara mereka ada yang mulai membaca Al Qur'an dan menuntut ilmu, sehingga ketika dia telah mendapatkan ilmu, maka dia mengambil keuntungan dunia, lalu dia mengumpulkannya di dada serta membawanya di atas kepalanya. Lantas dia dilihat oleh tiga golongan manusia lemah, yaitu wanita yang lemah, orang Arab Badui yang jahil dan orang Ajam (non Arab). Maka merekapun berkata, 'Orang ini lebih mengenal Allah dibanding kita. Seandainya dia tidak melihat dalam dunia itu terdapat kebaikan, tentu dia tidak akan melakukan hal itu, lantas merekapun menginginkan dunia dan mengumpulkannya. Perumpamaannya sebagaimana perumpamaan Allah Azza Wa Jalla, Dia berfirman, 'Dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun bahwa mereka disesatkan).' (Qs. An-Nahl [16]:25).

Ali Zainal Abidin bin Al Husain

التَّارِكُ لِلْأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ، كَنَابِذِ كِتَابِ اللهِ وَرَاءَ ظَهْرِهِ، إِلَّا أَنْ يَتَّقِيَ تُقَاهُ، يَخَافُ جَبَّارًا عَنِيدًا أَنْ يَفْرُطَ عَلَيْهِ أَوْ أَنْ يَطْغَى، مَنْ كَتَمَ عِلْمًا أَحَدًا أَوْ أَخَذَ عَلَيْهِ أَجْرًا رِفْدًا، فَلَا يَنْفَعُهُ أَبَدًا

70. Orang yang meninggalkan amar makruf dan nahi mungkar seperti orang yang menyembunyikan kitab Allah dipunggungnya, kecuali dia ketakutan. Dia takut pada seorang penguasa yang lalim lagi durhaka akan berbuat berlebihan atas dirinya atau dia akan menzhaliminya. Barangsiapa yang menyembunyikan ilmu kepada seseorang atau dia meminta upah ketika mengajarkan, maka ilmu itu tidak akan bermanfaat baginya selama-lamanya.

Abu Ja'far Muhammad bin Ali Al Baqir

إِذَا رَأَيْتُمُ الْقَارِئَ يُحِبُّ الْأَغْنِيَاءَ فَهُوَ صَاحِبُ الدُّنْيَا، وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ يَلْزَمُ السُّلْطَانَ مِنْ غَيْرِ ضَرُورَةٍ فَهُوَ لِصٌّ

71. Apabila kalian melihat seorang qari' mencintai orang kaya, maka dia adalah pencinta dunia, dan apabila kalian melihatnya bergabung dengan penguasa tanpa keperluan yang mendesak, maka dia adalah pencuri.

الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِ اللهِ هُمْ أَصْحَابُ الْخُصُومَاتِ

72. Orang-orang yang suka memperolok-olok ayat-ayat Allah adalah orang-orang yang suka berdebat.

Ja'far bin Muhammad Ash Shadiq

كُنْ لِكِتَابِ اللهِ تَالِيًا، وَلِلسَّلَامِ فَاشِيًا، وَبِالْمَعْرُوفِ آمِرًا، وَعَنِ الْمُنْكَرِ نَاهِيًا، وَلِمَنْ قَطَعَكَ وَاصِلًا، وَلِمَنْ سَكَتَ عَنْكَ مُبْتَدِئًا، وَلِمَنْ سَأَلَكَ مُعْطِيًا، وَإِيَّاكَ وَالنَّمِيمَةَ؛ فَإِنَّهَا تَزْرَعُ الشَّحْنَاءَ فِي قُلُوبِ الرِّجَالِ، وَإِيَّاكَ وَالتَّعَرُّضَ لِعُيُوبِ النَّاسِ فَمَنْزِلَةُ التَّعَرُّضِ لِعُيُوبِ النَّاسِ بِمَنْزِلَةِ الْهَدَفِ

73. Jadilah engkau pembaca Kitab Allah, penyebar salam, penyeru kebaikan, pencegah kemungkaran, penyambung kepada orang yang memutusmu, memulai bicara kepada orang yang mendiamkanmu, memberi orang yang meminta kepadamu. Janganlah sekali-kali engkau mengadu domba, karena itu akan menimbulkan dendam di hati para lelaki. Jangan pula engkau memperhatikan aib orang lain, karena memperhatikan aib orang lain sama dengan mengawasi.

Muhammad bin Ka'b Al Qurazhi

لِأَنْ أَقْرَأَ فِي لَيْلَةٍ حَتَّى أُصْبِحَ إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا وَالْقَارِعَةَ لَا أَزِيدُ عَلَيْهِمَا، وَأَتَرَدَّدُ فِيهِمَا، وَأَتَفَكَّرُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَهْدِرَ الْقُرْآنَ هَدْرًا

74. Membaca surah Az-Zalzalah dan Al Qaari'ah pada malam hari dengan mengulang-ngulangnya dan memikirkan kandungannya sampai pagi lebih aku sukai daripada membaca Al Qur'an tanpa memikirkan kandungannya.

الْيَاقُوتَةُ مِنْ يَاقُوتِ صَاحِبِ الْقُرْآنِ يُضِيءُ لَهَا مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

75. Satu yaqut milik orang yang senantiasa membaca Al Qur'an akan menerangi apa yang ada diantara timur dan barat.

Zaid bin Aslam

الرُّوحُ: الْقُرْآنُ، وَقَرَأَ {وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ}

Ar Ruh adalah Al Qur'an, lalu ia membaca ayat; Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur`ān) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur`ān) dan apakah iman itu, (Q.s. Asy Syuuraa [42] : 52) (Tafsir Thabari)

Salamah bin Dinar Abu Hazim

كُنْتَ تَرَى حَامِلَ الْقُرْآنِ فِي خَمْسِينَ رَجُلًا، فَتَعْرِفُهُ قَدْ مَصَعَهُ الْقُرْآنُ، وَأَدْرَكْتُ الْقُرَّاءَ الَّذِينَ هُمُ الْقُرَّاءُ، فَأَمَّا الْيَوْمَ فَلَيْسُوا بِقُرَّاءٍ وَلَكِنَّهُمْ خِرَاءٌ

76. Jika engkau melihat penghafal Al Qur'an diantara lima puluh orang, maka engkau bisa mengetahuinya, karena Al Qur'an telah meneranginya. Engkau juga menjumpai para qurra' yang benar-benar qurra'. Sedangkan sekarang bukan lagi qurra' tapi mereka adalah khira' (tempat membuang kotoran).

Ubaid bin Umair

إِنَّ اللهَ يُبْغِضُ الْقَارِئَ إِذَا كَانَ لَبَّاسًا رَكَّابًا وَلَّاجًا خَرَّاجًا

77. Sesungguhnya Allah membenci seorang qari' jika dia suka berganti pakaian, naik kendaraan dan sering keluar masuk (pergi).

Mujahid

إِنَّ الْقُرْآنَ يَقُولُ إِنِّي مَعَكَ مَا اتَّبَعْتَنِي، فَإِذَا لَمْ تَتَّبِعْنِي اتَّبَعْتُكَ

78. Sesungguhnya Al Qur'an itu berkata, 'Aku akan bersamamu selama engkau mengikutiku, tapi jika engkau tidak mengikutiku maka aku yang akan mengikutimu'.

في قول الله: ﴿عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ﴾ قال: القرآن.

Mengenai firman Allah, عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ "Tentang berita yang besar," (Q.s. An-Naba' [78]:2) ia berkata; "(Maksudnya adalah) Al Qur'an". (Tafsir Thabari)

Atha bin Abi Rabah

إِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَكْرَهُونَ فُضُولَ الْكَلَامِ، وَكَانُوا يَعُدُّونَ فُضُولَ الْكَلَامِ مَا عَدَا كِتَابَ اللهِ تَعَالَى أَنْ يُقْرَأَ، أَوْ أَمْرًا بِمَعْرُوفٍ أَوْ نَهْيًا عَنْ مُنْكَرٍ، أَوْ تَنْطِقَ فِي حَاجَتِكَ فِي مَعِيشَتِكَ الَّتِي لَا بُدَّ لَكَ مِنْهَا أَتُنْكِرُونَ {وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ، كِرَامًا كَاتِبِينَ} [الانفطار: 11] {عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ، مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ} [ق: 17] أَمَا يَسْتَحِي أَحَدُكُمْ لَوْ نُشِرَتْ عَلَيْهِ صَحِيفَتُهُ الَّتِي أَمْلَاهَا صَدْرَ نَهَارِهِ أَكْثَرُ مَا فِيهَا لَيْسَ مِنْ أَمْرِ دِينِهِ وَلَا دُنْيَاهُ

79. Sesungguhnya orang sebelum kalian tidak suka berlebihan dalam berbicara. Mereka tidak suka berlebihan dalam berbicara selain membaca Kitab Allah atau menyuruh yang makruf dan mencegah yang munkar atau sekedar mengutarakan keperluan hidupmu yang harus diutarakan. Apakah kalian mengingkari, padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu) yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). (Qs. Al Infithaar [82]:10-11). Seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat Pengawas yang selalu hadir. (Qs. Qaaf [50]: 17-18) Tidakkah kalian malu jika lembaran amalnya sejak siang hanya dipenuhi dengan perkara yang bukan perkara dunia bukan pula perkara agamanya ?.

Wahab bin Munabbih

قَرَأْتُ فِي التَّوْرَاةِ أَرْبَعَةَ أَسْطُرٍ مُتَوَالِيَاتٍ: مَنْ قَرَأَ كِتَابَ اللهِ فَظَنَّ أَنَّهُ لَا يُغْفَرُ لَهُ فَهُوَ مِنَ الْمُسْتَهْزِئِينَ بِآيَاتِ اللهِ، وَمَنْ شَكَى مُصِيبَةً فَإِنَّمَا يَشْكُو رَبَّهُ، وَمَنْ أَسِفَ عَلَى مَا فِي يَدِ غَيْرِهِ سَخَطَ قَضَاءَ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَمَنْ تَضَعْضَعَ لِغَنِيٍّ ذَهَبَ ثُلُثَا دِينِهِ

80. Aku membaca dalam kitab Taurat empat baris kalimat yang berturut-turut, berbunyi demikian: Barangsiapa yang membaca Kitab Allah lalu ia mengira bahwa dosanya tidak diampuni, maka ia termasuk orang-orang yang melecehkan ayat-ayat Allah. Barangsiapa yang mengadukan suatu musibah, maka sesungguhnya ia mengadu kepada Tuhannya. Barangsiapa yang sedih karena tidak memiliki apa yang ada di tangan orang lain, maka ia telah marah kepada takdir Tuhannya. Barangsiapa yang menunduk-nunduk kepada orang kaya, maka dua pertiga agamanya telah hilang.

Maimun bin Mihran

لَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرْآنِ أَصْلَحُوا لَصَلُحَ النَّاسُ

81. Seandainya ahli Al Qur'an memperbaiki diri mereka, niscaya umat ini menjadi baik.

Dikutip dari Kitab Hilyatul Auliya Wa Thabaqatul Ashfiya

M. Aang Sopyan Ansory, S.Pd.I

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahkota Wali Allah - Mutiara Hikmah Pencinta Al Qur'an (1)

Forum Huffazhil Quran Mengutuk Keras Terdakwa HW

SHAHIH BUKHARI - KITAB 1 PERMULAAN TURUNNYA WAHYU